Menlu Retno Dorong Percepatan Pembentukan Pusat Kesehatan ASEAN Seperti CDC

4 Agustus 2022 9:46 WIB
·
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Para menlu negara anggota ASEAN pada ASEAN Ministerial Meeting di Phnom Penh, Kamboja, Rabu (03/08/2022). Foto: Twitter/@Menlu_RI
zoom-in-whitePerbesar
Para menlu negara anggota ASEAN pada ASEAN Ministerial Meeting di Phnom Penh, Kamboja, Rabu (03/08/2022). Foto: Twitter/@Menlu_RI
ADVERTISEMENT
Menteri Luar Negeri RI, Retno Marsudi, mendesak percepatan pembentukan pusat kesehatan dalam Pertemuan Ke-55 Para Menlu ASEAN atau AMM di Kamboja pada Rabu (3/8).
ADVERTISEMENT
Retno menyinggung risiko munculnya pandemi di masa mendatang selama pertemuan pleno tersebut. Dia menggarisbawahi pentingnya membangun kapabilitas dan kapasitas negara-negara ASEAN.
Retno lantas menyerukan percepatan pembangunan Pusat Kedaruratan Kesehatan Masyarakat dan Penyakit Menular atau ASEAN Centre for Public Health Emergency and Emerging Diseases (ACPHEED).
Blok itu kini tengah membahas modal untuk pembentukannya. Negara-negara anggota akan membiayai pengembangan ACPHEED.
"Kita melihat bahwa tantangan kesehatan tetap akan ada ke depan. Dan oleh karena itu, sangat penting artinya bagi ASEAN untuk memastikan kesiapan ASEAN untuk mengatasi tantangan Kesehatan, baik saat ini maupun masa mendatang," terang pernyataan pers Retno pada Rabu (3/8/2022).
"Ini dilakukan antara lain dengan mempercepat operasionalisasi dan menjamin ketersediaan dana untuk ASEAN Centre for Public Health Emergency and Emerging Diseases (ACPHEED), yang memiliki pilar pencegahan, deteksi dan respons," lanjut dia.
Ilustrasi COVID-19. Foto: Dado Ruvic/Reuters
Prinsip kerja ACPHEED serupa dengan Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) di Amerika Serikat. ASEAN akan mendirikan kantor versinya sendiri di tiga negara, yakni Indonesia, Thailand, dan Vietnam.
ADVERTISEMENT
ASEAN meyakini, pusat itu dapat mengatasi permasalahan protokol kesehatan yang berbeda di setiap negara anggota. Mereka akan menyelaraskan kebijakan yang diterapkan di masing-masing negara.
Rincian pendanaan untuk inisiatif tersebut belum dikonfirmasi hingga kini. Namun, Jepang telah menjanjikan dukungan senilai USD 50 juta (Rp 745 miliar) untuk bantuan operasional ACPHEED.
ASEAN telah merancang gagasan tersebut sejak diadopsi dalam Kerangka Strategis ASEAN 2020 untuk Keadaan Darurat Kesehatan Masyarakat. ACPHEED diharapkan dapat mulai dibangun tahun ini.