Menlu Retno: Kita Harus Cegah Kawasan Indo-Pasifik Jadi Epicentrum of Conflict

kumparanNEWSverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Menlu RI Retno Marsudi menyampaikan pidato kunci pada pembukaan pertemuan the 11th Expanded ASEAN Maritime Forum (EAMF) di Bali (02/8/2023). Foto: Dok. Kemlu RI
zoom-in-whitePerbesar
Menlu RI Retno Marsudi menyampaikan pidato kunci pada pembukaan pertemuan the 11th Expanded ASEAN Maritime Forum (EAMF) di Bali (02/8/2023). Foto: Dok. Kemlu RI

Kawasan Indo-Pasifik tidak boleh menjadi pusat konflik kepentingan negara besar. Sebaliknya, kawasan maritim yang memiliki kekayaan laut tanpa batas ini harus menjadi pusat pertumbuhan yang membawa kesejahteraan bersama.

Pernyataan ini disampaikan oleh Menteri Luar Negeri RI, Retno Marsudi, dalam pidatonya saat membuka pertemuan 11th Expanded ASEAN Maritime Forum (EAMF) di Bali, pada Rabu (2/8).

"Berbagai kepentingan negara besar kerap berbenturan di kawasan maritim Indo-Pasifik," ujar Retno.

Kegagalan dalam mengatasi tantangan ini, sambung dia, dapat mengancam perdamaian dan stabilitas di kawasan. Atas dasar itulah, menurut Retno, situasi ini harus menjadi kesadaran dan tanggung jawab bersama.

"Kita harus cegah kawasan ini menjadi epicentrum of conflict. Dimensi maritim berperan kunci dalam menciptakan kawasan ini sebagai epicentrum of growth," jelas Retno.

Menlu RI Retno Marsudi menyampaikan pidato kunci pada pembukaan pertemuan the 11th Expanded ASEAN Maritime Forum (EAMF) di Bali (02/8/2023). Foto: Dok. Kemlu RI

Perlunya Visi Bersama

Sehubungan dengan ini, Retno juga menyampaikan pentingnya visi bersama yang harus dijadikan pedoman di kawasan maritim Indo-Pasifik.

Visi pertama, yakni mewujudkan 'lautan kerja sama' melalui penerapan hukum internasional yang konsisten dan memastikan tidak adanya tindakan yang mengancam keamanan pihak lain.

Visi kedua, yaitu mewujudkan 'lautan kerja sama' sebagai katalis dalam membangun kepercayaan dan perdamaian yang berkelanjutan.

"Dalam hal ini, the ASEAN Outlook on Indo-Pacific (AOIP) berperan sentral dalam mendorong kerja sama di ranah maritim, termasuk sektor ekonomi biru, keamanan maritim, dan mendukung kesejahteraan penduduk pesisir," tutur Retno.

Menlu RI Retno Marsudi menyampaikan pidato kunci pada pembukaan pertemuan the 11th Expanded ASEAN Maritime Forum (EAMF) di Bali (02/8/2023). Foto: Dok. Kemlu RI

Diplomat senior ini juga mendorong agar EAMF agar dapat menjadi wadah untuk mengembangkan dan memperkuat kebijakan terkait kerja sama dan tata kelola maritim di kawasan Indo-Pasifik.

Dia juga kembali menyerukan pentingnya kesadaran serta tanggung jawab seluruh negara sekitar terkait hal itu. "Semua pemangku kepentingan harus turut serta dalam mewujudkan tujuan ini," tegas Retno.

Pertemuan EAMF dihadiri oleh pejabat senior seluruh negara anggota ASEAN serta delapan negara mitra, yaitu Amerika Serikat, Australia, India, Jepang, Korea Selatan, China, Rusia, dan Selandia Baru.

EAMF merupakan bagian dari serangkaian kegiatan ASEAN Senior Officials' Meeting (SOM) yang diselenggarakan di Bali pada 31 Juli hingga 5 Agustus 2023.