Menteri Kehutanan Minta Tambahan Anggaran Rp 4,68 Triliun untuk 2027

Kementerian Kehutanan mengajukan tambahan anggaran sebesar Rp 4,68 triliun untuk tahun anggaran 2027.
Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni mengatakan sebelumnya pihaknya telah mengusulkan tambahan anggaran sebesar Rp 6,2 triliun. Namun, Kementerian Kehutanan hanya mendapat tambahan pagu anggaran sebesar Rp 1,55 triliun.
"Namun pagu anggaran 2027 Kementerian Kehutanan mendapatkan tambahan anggaran hanya sebesar Rp 1,55 triliun. Oleh karena itu, masih ada kekurangan sebesar Rp 4,68 triliun," kata Raja Juli dalam rapat bersama Komisi IV DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (1/9).
Tambahan anggaran tersebut diusulkan untuk sejumlah kebutuhan, mulai dari penguatan kelembagaan hutan di daerah, pencegahan dan penanggulangan kebakaran hutan dan lahan, pengentasan kemiskinan ekstrem dan pemulihan bencana, hingga penguatan tata kelola kawasan hutan.
Raja Juli mengatakan tambahan anggaran juga dibutuhkan untuk memperkuat personel dan infrastruktur pengendalian kebakaran hutan dan lahan, menambah polisi kehutanan, serta memulihkan kawasan hutan.
Salah satu kebutuhan anggaran akan dialokasikan untuk memperkuat patroli pengamanan kawasan hutan serta pencegahan dan pengendalian karhutla di wilayah dengan tingkat kerawanan tinggi.
Kementerian Kehutanan, kata Raja Juli, berencana menyewa enam unit helikopter dan enam unit pesawat water bomber untuk mendukung patroli, pemantauan kawasan hutan, deteksi dini, serta penanganan karhutla.
Menurut dia, kebutuhan operasional 12 pesawat udara tersebut diperkirakan mencapai Rp 1,54 triliun per tahun.
"Untuk itu perkenankan kami mengusulkan tambahan anggaran tahun 2027 seperti yang disebutkan di atas tadi sebesar Rp 4,68 triliun dan diharapkan dapat menjadi bahan masukan dan rekomendasi bagi Komisi IV DPR RI dalam penyusunan pagu Kementerian tahun 2027," ujarnya.
