Menteri PUPR: Gubernur Sebelumnya Ikuti Prosedur Revitalisasi Monas

kumparanNEWSverified-green

comment
4
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Menteri PUPR 2014-2019 Basuki Hadimuljono tiba di Kompleks Istana Kepresidenan di Jakarta, Selasa (22/10/2019). Foto:  ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari
zoom-in-whitePerbesar
Menteri PUPR 2014-2019 Basuki Hadimuljono tiba di Kompleks Istana Kepresidenan di Jakarta, Selasa (22/10/2019). Foto: ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari

Sejumlah menteri kabinet yang tergabung dalam Komisi Pengarah meminta Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memberhentikan sementara proyek revitalisasi monas.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan, dalam rapat internal Komisi Pengarah, seluruh proses revitalisasi Monas harus mengikuti prosedur yang sudah ada. Hal ini juga dilakukan oleh Gubernur DKI Jakarta sebelum Anies Baswedan.

Sisi selatan monas yang direvitalisasi. Foto: Efira Tamara Thenu/kumparan

"Saya kira nanti dari IAI (Indonesian Institute of Architects) juga memberikan kronologi revitalisasi taman Monas ini bukan baru kali ini. Tapi sejak Pak Sutiyoso, Pak Foke (Fauzi Bowo), Pak Jokowi, sudah dilakukan," kata Basuki di Kantor Kemensetneg, Jakarta Pusat, Senin (27/1)

"Ini ke-4 kali yang akan direvitalisasi oleh Pak Anies dan harus ada prosedur itu. Ini yang sedang dilihat," imbuhnya.

kumparan post embed

Komisi Pengarah memang sudah menerima surat berisi desain dan semua hal tentang revitalisasi Monas yang saat ini berjalan. Tapi. hal itu baru diserahkan Sekda DKI Jakarta Saefullah kemarin.

Karena itu, Komisi Pengarah butuh mempelajari lebih lanjut semua berkas yang telah diserahkan Pemprov DKI Jakarta. Prosesnya akan lebih lama karena Pemprov DKI menyerahkan ke Mensesneg, bukan ke Komisi Pengarah.

"Makanya nanti Pak Sesmen akan membawa surat karena suratnya ada di Pak Sekda kepada Mensesneg bukan kepada komisi pengarah," jelasnya.