Menteri PUPR Pastikan Istana Presiden Jakarta Tak Banjir

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono menjamin Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, tak akan terkena dampak banjir meski kini Ibu Kota sudah memasuki musim penghujan.
Basuki menjelaskan, pihaknya sudah menyiapkan langkah seperti pengoperasian pompa air, jika nanti Pintu Air Ciliwung Lama dibuka karena volume air yang meningkat. Pengoperasian pompa agar air tak mengalir sampai ke sekitar Istana.
"Kalau ini (pintu air Ciliwung Lama) dibuka, tapi kami sudah siapkan pompa dan kemarin saya cek siap. Kalau pompa siap, insyaallah sini enggak akan kebanjiran," kata Basuki di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Jumat (3/1).
"Kalau hujan, saya langsung cek pompa di sini. Karena kalau siaga I ini (pompa) harus dibuka. Kalau dibuka pasti kena sini (Istana). Kalau di sini ada pompa harus jalan, kalau pompa jalan aman," lanjutnya.
Menurut Basuki, dibuka atau tidaknya Pintu Air Ciliwung Lama berada di bawah kewenangan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Dibukanya akses tersebut tentunya harus sesuai dengan syarat yang berlaku, yakni jika volume air meningkat saat terjadi hujan deras atau air kiriman.
"Kalau Istana tergantung dibuka tidaknya Ciliwung Lama ya. Semuanya sudah ada sistemnya. Ini di Pintu Manggarai, ini Ciliwung Lama. Kalau ini (pintu air Manggarai) siaga I, kewenangan Gubernur untuk membuka (pintu air Ciliwung Lama). Ini yang menuju ke Istana," ujarnya.
Sebelumya, Basuki menyebut masyarakat perlu mengantisipasi puncak hujan yang diprediksi terjadi pada pertengahan Januari 2020. Ia berharap masyarakat bisa lebih matang mengantisipasi dampak-dampak bencana yang muncul.
"11, 12, 13, 14 adalah puncak hujan di Januari menurut BMKG. Kita harus siap-siap," ucap Basuki.
Kawasan Istana Negara Jakarta pernah terkena banjir saat 2013. Saat itu Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Menlu Marty Natalegawa ikut 'nyemplung' ke halaman istana yang ketinggian banjirnya mencapai selutut orang dewasa.

