Menuju Holding Tambang, Bukit Asam Transformasi Jadi Perusahaan Energi

kumparanNEWSverified-green

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
PT Bukit Asam (Foto: Facebook/PT Bukit Asam - Persero Tbk)
zoom-in-whitePerbesar
PT Bukit Asam (Foto: Facebook/PT Bukit Asam - Persero Tbk)

Banyak pekerjaan rumah yang harus disiapkan ketiga anggota holding tambang Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Salah satunya adalah PT Bukit Asam yang harus bertransformasi menjadi perusahaan energi.

PT Bukit Asam sebelumnya dikenal sebagai perusahaan batubara milik negara yang fokus pada pengelolaan bahan mentah batubara. Kini, menjelang disahkannya persetujuan holding tambang pada RUPSLB 29 November 2017, perusahaan ini harus berpindah haluan bisnis.

Direktur Utama PT Bukit Asam, Arviyan Arifin, mengatakan setelah holding tambang perusahaannya tak hanya mengelola bahan mentah batubara, tapi juga mengolahnya menjadi sumber energi untuk proyek-proyek yang akan dikerjakan anggota holding tambang lainnya.

"Misalnya kalau Antam memerlukan listrik untuk support smelternya, PTBA bisa bangun PLTU-nya. Inalum juga kalau perlu listrik, bisa support. Kami punya bahan baku listriknya yang relatif sangat kami kuasai," kata Arifin dalam konferensi pers di Cafe Sinergi, Kementerian BUMN, Jakarta, Jumat (24/11).

Selain melakukan hilirisasi dengan mengolah batubara menjadi energi, perusahan juga akan mengolah menjadi energi untuk gas sehingga bisa dikembangkan seperti untuk pupuk, LPG, dan gas untuk petrochemical.

Arifin menargetkan transformasi ini bisa membawa Bukit Asam jadi perusahaan energi dunia yang akan fokus mengurus power plant untuk Antam dan Timah dan kebutuhan nasional lainya.

"Jadi kita bisa spin off Antam dan Timah yang butuh daya energi listrik pada proyek-proyek mereka," katanya.