Menyoal Omongan Luhut tentang Korban Meninggal Corona Tak Sampai 500 Orang

kumparanNEWSverified-green

Menko Maritim dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan di Kemenko Polhukam, Jakarta Pusat, Senin (6/1) Foto: Darin Atiandina/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Menko Maritim dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan di Kemenko Polhukam, Jakarta Pusat, Senin (6/1) Foto: Darin Atiandina/kumparan

Jumlah kasus positif virus corona di Indonesia kian hari semakin bertambah. Per Rabu (15/4), jumlah kasus sudah mencapai 5.136 orang, dengan angka kematian 469 jiwa.

Akan tetapi, baru-baru ini, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut B. Pandjaitan melontarkan sebuah pernyataan yang menyebut angke kematian yang hampir 500 jiwa ini tergolong sedikit, jika dibandingkan dengan jumlah penduduk Indonesia yang berjumlah lebih dari 260 juta.

“Buat saya juga jadi tanda tanya sih, kenapa jumlah meninggal sampai hari ini. Maaf sekali lagi, itu kita angkanya enggak sampai 500 (meninggal). Padahal penduduk kita ini kan 270 juta, infected 4.000-an lebih katakan kali sepuluh 50.000,” kata Luhut saat konferensi pers secara virtual, Selasa (14/4).

Mantan Menko Maritim Luhut Binsar Pandjaitan tiba di Kompleks Istana Kepresidenan di Jakarta, Selasa (22/10/2019). Foto: ANTARA FOTO/Wahyu Putro A

Pernyataan Luhut itu lantas menuai kritikan dari berbagai pihak. Luhut dinilai menyepelekan nyawa manusia yang meninggal karena virus corona.

Wakil Ketua Komisi III DPR Desmond J Mahesa mengatakan, tidak sepatutnya seorang menteri berbicara seperti itu. Sebab, Luhut adalah seorang pejabat publik, dan tidak seharusnya memicu ketidaknyamanan publik.

"Sebagai pejabat negara, itu tidak harus diomongkan yang seperti itu. Ini kan peran negara di tengah masyarakat, kalau negara tidak lagi bisa menjamin kesehatan, keamanan dan kenyamanan. Kalau itu sudah tidak bisa dilakukan lalu mau disebut apa negara kita ini. Maka tidak sepatutnya pejabat negara seperti Pak Luhut bicara seperti itu," ujar Desmond kepada kumparan, Rabu (15/4).

Menurut Desmond, Luhut bicara seperti itu karena sejauh ini tidak ada keluarganya yang menjadi korban kasus virus corona. Ia pun meyakini, jika ada anggotanya yang tertular, maka Luhut tak akan berkomentar seperti itu.

Senada dengan Desmond, Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Fadli Zon, menyebut ucapan Luhut sama sekali tidak pantas diungkapkan ke publik.

"Pernyataan itu sama sekali tidak pantas," ucap Fadli.

Fadli mengungkapkan, korban meninggal akibat virus corona di Indonesia bukan hanya warga sipil, tetapi juga tenaga medis seperti dokter dan perawat. Sehingga, ucapan Luhut seakan tidak mencerminkan empati kepada para korban.

embed from external kumparan

"Tidak ada empati pada para korban baik itu dokter, paramedis, dan masyarakat umum yang telah wafat," kata Fadli.

Fadli menegaskan satu nyawa pun sangat berharga untuk diperjuangkan. Tugas negara harus melindungi rakyatnya, bukan justru memberikan pernyataan yang menimbulkan pro dan kontra.

"Satu nyawa pun berharga dan tugas negara harus melindungi segenap rakyat dan bangsa Indonesia. Sebaiknya pernyataan itu dicabut dan LBP minta maaf," tutupnya.

kumparan post embed