Mereka yang Dipanggil Polisi soal Ijazah Jokowi: Roy Suryo-Rizal Fadhillah

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 3 menit

comment
4
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Pakar telematika Roy Suryo (kedua kanan) bersama tim kuasa hukumnya berjalan untuk menjalani pemeriksaan di Gedung Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Jakarta, Kamis (15/5/2025). Foto: Fauzan/ANTARA FOTO
zoom-in-whitePerbesar
Pakar telematika Roy Suryo (kedua kanan) bersama tim kuasa hukumnya berjalan untuk menjalani pemeriksaan di Gedung Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Jakarta, Kamis (15/5/2025). Foto: Fauzan/ANTARA FOTO

Polisi telah memanggil beberapa pihak terkait pemeriksaan mereka pada kasus ijazah Jokowi. Mereka adalah Roy Suryo, Tifauzia Tyaassuma alias dokter Tifa, Wakil Ketua Tim Pembela Ulama dan Aktivis (TPUA) Rizal Fadhillah hinnga podcaster Mikhael Sinaga.

Mengapa mereka dipanggil? Apa saja yang digali polisi dari mereka? Berikut kumparan rangkum.

Roy Suryo, Dokter Tifa dan Eggi Sudjana

Roy Suryo diminta klarifikasinya ke Polda Metro Jaya pada Kamis (15/5). Ia ditanyai 26 pertanyaan dan diperiksa selama 6 jam.

Proses meminta klarifikasi ini berlangsung sejak pukul 10.15 WIB hingga 14.50 WIB.

"Alhamdulilah, saya sudah selesai diperiksa. Total ada 26 pertanyaan yang saya jawab secara detail sepanjang relevan dengan surat undangan klarifikasi dari kepolisian," kata Roy kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya.

“Saya menjawab dengan rinci semua yang ditanyakan sepanjang itu berhubungan dengan surat undangan yang diberikan kepada saya,” sambungnya.

Lebih lanjut, Roy mengkritik kejanggalan dalam surat panggilan tersebut, yang tidak mencantumkan nama terlapor meski laporan resmi telah dibuat.

Roy Suryo usai menjalani pemeriksaan terkait Ijazah Jokowi di Polda Metro Jaya, Kamis (15/5/2025). Foto: Thomas Bosco/kumparan

“Lucunya, LP itu ada pelapornya, tapi tidak ada nama terlapornya. Jadi saya tidak perlu menjawab hal-hal yang tidak relevan. Kalau saya menjawab, jangan-jangan saya jadi saksi terhadap orang yang tidak saya ketahui,” kata Roy.

Selama pemeriksaan, ia juga diminta menjelaskan riwayat hidupnya, latar belakang pendidikan, dan profesinya sebagai konsultan telematika. Ia menegaskan bahwa dirinya tidak pernah mengunggah dokumen elektronik yang berkaitan dengan ijazah Jokowi, dan mempertanyakan bukti elektronik yang dijadikan dasar laporan.

“Dokumen elektroniknya mana? Belum ada. Kalau belum ada, ya tidak perlu ditanyakan,” tegas Roy.

Selain Roy Suryo, hari itu Polda Metro Jaya juga memanggil Dokter Tifa dan Eggi Sudjana.

Tapi Eggi Sudjana tidak hadir.

"ES [Eggi Sudjana] tidak hadir. T [dokter Tifa] hadir," Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Ade Ary Syam Indradi kepada wartawan.

Rizal Fadhillah dan Mikhael Sinaga

Rizal datang ke Polda Metro Jaya mengenakan baju koko dan kopiah putih. Dia terlihat didampingi sejumlah aktivis lainnya, salah satunya Said Didu. Begitu pula dengan Mikhael.

Kepada wartawan, Mikhael mengaku mestinya dimintai klarifikasi oleh polisi pada Rabu (7/5). Namun, saat itu dirinya berhalangan hadir. Dia pun membantah telah mangkir dari pemanggilan polisi.

"Jadi saya bukan mangkir, tak seperti berita yang beredar, saya memang sudah mengontak penyelidiknya dan bisa di-reschedule, saya tak tahu kenapa tiba-tiba datang panggilan kedua, ini ada dua surat panggilan," kata dia.

Wakil Ketua Tim Pembela Ulama dan Aktivis (TPUA), Rizal Fadhillah, di Bareskrim Polri pada Selasa (6/5/2025). Foto: Rachmadi Rasyad/kumparan

Mikhael pun mengaku tak tahu menahu soal hubungan antara laporan ijazah palsu yang dibuat oleh Jokowi dengan dirinya. Dia bakal menanyakan langsung ke penyidik di Polda Metro Jaya.

"Mengklarifikasi itu kan karena dianggap mengetahui sesuatu, saya menganggap saya tak mengetahui apa-apa," ujar dia. Rizal sendiri memilih untuk tak berkomentar dan langsung masuk ke ruang pemeriksaan.

Sebelumnya, Rizal Fadhillah, batal diperiksa pada Kamis (8/5) terkait tudingan ijazah palsu Jokowi. Rizal tak datang untuk memenuhi panggilan penyidik karena kecelakaan.

"Saya tertabrak motor jadi tidak dapat ke Polda," kata dia kepada wartawan.

Rizal diperiksa selama 13 jam, dan ditanyai 70 pertanyaan oleh penyidik.

Presiden ketujuh Joko Widodo (tengah) menjawab pertanyaan wartawan di depan Gedung Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Jakarta, Rabu (30/4/2025). Foto: Fauzan/ANTARA FOTO

"13 jam 70 pertanyaan ya, kita bisa semua jawab," kata Rizal ketika dikonfirmasi pada Kamis (15/5).

Rizal mengatakan sudah memberikan keterangan ke penyidik secara lengkap. Dia juga mengaku sempat menyodorkan hasil kajian yang dilakukan oleh sejumlah ahli ke penyidik.

"Jadi beradu lah antara singgungan dugaan ijazah palsu dengan arah mencari bukti pencemaran nama baik kalau dari segi kita penjelasan. Yang kita cari itu kebenaran materil apakah ijazah itu asli atau palsu," ucap dia.

Sementara Mikhael dicecar 50 pertanyaan. Katanya, pemeriksaan belum rampung dan akan dilanjutkan pada Senin pekan depan.

"50 pertanyaan pemeriksaan belum selesai dan akan dilanjutkan pada Senin pekan depan. Materi pemeriksaan cukup banyak dan saya cukup kelelahan karena diperiksa sejak pagi," ucap dia.