Mereka yang Merayakan Wisuda di Pusara Ayah

Wisuda menjadi momen yang paling ditunggu oleh para mahasiswa yang sudah lulus ujian akhir. Mereka akan mengenakan toga lengkap, menerima ijazah dan merayakan momen bahagia itu bersama orang tua dan sahabat.
Namun tidak semua orang memiliki kesempatan yang sama. Ada sebagian dari mahasiswa yang harus merayakan wisuda tanpa kehadiran orang tua. Seperti yang dialami Selfy Sandra (23), mahasiswi lulusan salah satu Universitas swasta di Yogyakarta.
Dia berharap bisa merayakan kelulusannya bersama ibu dan ayahnya. Namun takdir berkata lain, ayah Selfy meninggal dunia pada (31/12/2015) karena stroke pendarahan sebelum dia menyelesaikan kuliahnya dan diwisuda pada 26 November 2017.
"Rasanya campur aduk ya. Antara sedih dan bangga bisa nyelesain kuliah, tapi harapan aku kalau Papi masih ada pasti bakal ngebeer atau ngewine bareng hehehe, but seriously," ucap Selfy saat berbincang dengan kumparan (kumparan.com), Selasa (5/12).
Meski wisuda Selfy tanpa kehadiran sang ayah, namun ia tetap bangga karena bisa membuktikan mampu lulus ujian dengan baik dan bisa membanggakan keluarga.
Selfy juga mengunjungi makam ayahnya. Sambil mengenakan pakaian wisuda lengkap dan membawa bunga, dia "berbicara" dengan pusara sang ayah. Dia lalu mengunggah foto tersebut ke akun Instagramnya.
"Papi harus bangga sama adek," tulis Selfy di akun Instagramnya.

Momen serupa juga dialami oleh Bagas Wakid, pemuda asal Kalimantan. Ia mengunggah foto dirinya memakai baju wisuda dan toga ke akun Instagramnya (16/10/16) . Sang ayah meninggal duni tepat saat hari wisuda Bagas.
"Jadi ketika subuh kami bersiap-siap, nah beliau sempat bilang 'Abi pusing, kalian siap-siap dulu aja ya. Kalo udah selesai nanti bangunin Abi'. Sambil nyandar di sofa beliau memejamkan mata," kata Bagas saat dihubungi kumparan (kumparan.com), Selasa (5/12).
Keluarga sempat membangunkan ayah Bagus namun tak kunjung sadar. Akhirnya mereka membawa ayah ke rumah sakit. "Selama di perjalanan ke rumah sakit sudah beliau sudah tidak ada," ujarnya.

Bagas menceritakan ayahnya sangat ingin menghadiri acara wisuda. Bahkan ayahnya sempat memuji Bagas tampan ketika mencoba pakaian wisuda yang ia coba sehari sebelum hari H. Namun apa daya, takdir berkata lain, ayahnya pergi lebih dulu dan Bagas terpaksa datang wisuda seorang diri.
"Ibuku minta maaf sama aku, karena harus urusi abi, begitu juga sanak sodaraku. Aku terpaksa datang ke wisuda sendirian ke kampus. Sedih sih tapi mau gimana lagi," tambahnya.
Perasaan sedih sudah pasti dirasakan oleh Selfy dan Bagas, ketika penyambutan wisudawan, mereka hanya disambut oleh teman-teman tanpa kehadiran sosok ayah. Meski begitu ucapan selamat dari teman-teman cukup mampu menghapus kesedihan mereka.
"Teman-teman nguatin aku dan setelah acara wisuda mereka datang ke rumah untuk melayat," kata Bagas.
