Meski Belum Masuk Narkoba, Bareskrim Periksa Konsumen Whip Pink untuk Kaji Efek

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi tabung whippets atau Nitrous oxide (N2O). Foto: Love Employee/Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi tabung whippets atau Nitrous oxide (N2O). Foto: Love Employee/Shutterstock

Bareskrim Polri menjelaskan alasan memeriksa sejumlah konsumen produk gas nitrous oxide atau Whip Pink meski pengguna produk tersebut belum dapat dijerat pidana. Polisi menyebut pemeriksaan dilakukan untuk mendalami dampak dan efek penggunaan bahan yang dikenal dengan gas tertawa tersebut.

Kanit Subdit 3 Dittipidnarkoba Bareskrim Polri AKBP Fajri mengatakan, nitrous oxide hingga saat ini belum masuk kategori narkotika maupun psikotropika. Karena itu, pengguna atau pemiliknya belum bisa diproses hukum.

“Perlu dipahami oleh masyarakat bahwa dugaan penyalahgunaan nitrogen oksida ini bukan merupakan narkotika maupun psikotropika. Sehingga penggunanya atau penguasanya itu belum bisa dilakukan tindakan secara hukum,” kata Fajri di Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, Rabu (3/6).

Meski demikian, polisi tetap memeriksa para konsumen untuk menggali dampak yang ditimbulkan setelah penggunaan Whip Pink. Polisi juga mendalami apakah produk tersebut digunakan dalam aktivitas hiburan atau pesta.

“Dari pemeriksaan-pemeriksaan yang sudah kita lakukan dan sementara masih menjadi rencana kita, itu kita mau menanyakan apakah dampak-dampak yang ditimbulkan pada saat penggunaannya, dan apakah ini digunakan untuk sarana party atau happy-happy,” ujar dia.

Kanit Subdit 3 Dittipidnarkoba/Penyidik Subdit 3, AKBP Fajri, Bareskrim Polri, Rabu (3/6/2026). Foto: Aditya Nugraha/kumparan

Fajri mengatakan, berdasarkan hasil klarifikasi sementara, penggunaan nitrous oxide diduga dapat menimbulkan dampak serius bagi kesehatan.

“Itu dampaknya bisa dugaannya sangat fatal,” kata dia.

Dalam pemeriksaan terhadap influencer asal Makassar berinisial APG, polisi menemukan adanya efek euforia atau sensasi “fly” setelah penggunaan Whip Pink. APG mengaku menggunakan produk tersebut sejak September 2025 hingga Januari 2026 dan telah membeli sebanyak 15 kali.

Menurut Fajri, efek penggunaan nitrous oxide muncul cepat namun berlangsung singkat, sekitar 15 hingga 20 menit. Kondisi itu disebut membuat pengguna cenderung mengkonsumsi secara berulang.

“Sehingga begitu merasakan sensasi, seseorang karena dia naiknya cepat, turunnya juga cepat, dia menggunakan berulang-ulang. Itulah yang berbahaya,” ujar Fajri.

Bareskrim juga membuka kemungkinan hasil pendalaman para konsumen nantinya menjadi bahan pertimbangan bagi pihak terkait untuk mengkaji status nitrous oxide. Namun, Fajri menegaskan hal tersebut bukan kewenangan penyidik.

“Bisa ada kemungkinan seperti itu, tapi tentunya itu bukan dalam domain penyidik,” kata dia.