Michael Jordan dan 9.000 Tembakannya yang Meleset

kumparanNEWSverified-green

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Legenda NBA Michael Jordan (Foto: Jeremy Brevard/reuters)
zoom-in-whitePerbesar
Legenda NBA Michael Jordan (Foto: Jeremy Brevard/reuters)

Hari ini 13 Januari, pada tahun 1999 untuk kedua kalinya Michael Jordan mundur dari dunia basket. Legenda basket ini menyimpan berbagai torehan prestasi yang gemilang. Berkat dia, kompetisi basket NBA menjadi tontonan menarik.

kumparan mengupas sisi-sisi Michael 'Air' Jordan, sang legenda. Meski sudah pensiun sejak tahun 2003, nama Michael Jordan tak dapat dipisahkan dari dunia basket. Jordan adalah ikon basket dengan segudang prestasi.

Kepopuleran pria kelahiran 17 Februari 1963 ini bukan tanpa usaha keras. Jauh sebelum mendapat julukan pebasket terbaik dunia, Michael Jordan mengalami banyak kegagalan. Bahkan ketertarikannya dengan dunia basket dipicu dari kekalahannya bermain basket dengan sang kakak, Larry Jordan.

Sewaktu SMA, pemilik nama lengkap Michael Jeffrey Jordan ini masuk tim basket Laney High School Wilmington, North Carolina. Namun ia dikeluarkan pada tahun kedua.

Michael Jordan Pensiun (Foto: Pixabay)
zoom-in-whitePerbesar
Michael Jordan Pensiun (Foto: Pixabay)

Tak putus asa, Jordan terus berlatih hingga akhirnya dapat bergabung di tim basket University of North Carolina di Chapel Hill. Jordan mulai populer ketika mencetak game winning point di kejuaraan National Colligiate Athletic Association (NCAA), liga basket bergengsi antar kampus.

Dia mulai bergabung dengan National Basketball Association (NBA) pada tahun 1984 dan bergabung dengan Chicago Bulls. Baru pada tahun 1991 ia mampu membawa Chocago Bulls menjuarai liga NBA. Kemudian berturut-turut hingga tahun 1993, Chicago Bulls selalu menjuarai NBA.

Sepanjang karir saya, lebih dari 9.000 tembakan saya meleset. Saya juga pernah kalah dalam 300 pertandingan. Paling tidak, 26 kali saya dipercaya melakukan shooting penentu kemenangan namun gagal. Saya telah berkali-kali mengalami kegagalan dalam hidup. Dan itulah sebabnya, saya bisa berhasil

Di tengah karirnya yang cemerlang, Jordan memutuskan pensiun dari basket untuk mengejar karir di baseball, sesuai harapan awal ayahnya. Namun ia kembali bergabung di Chicago Bulls pada tahun 1995.

Jordan kembali berhasil membawa Chicago Bulls memenangkan NBA selama 3 kali berturut-turut, yakni dari tahun 1996-1998. Pada tahun 1999 dia kembali memutuskan pensiun. Namun 2 tahun kemudian, dia kembali turun lapangan dengan membela Washington Wizards. Hingga pada 2003, dia kembali pensiun.

Selama kariernya di dunia basket, Jordan telah mengoleksi 6 gelar juara NBA dan 5 kali ditunjuk sebagai MVP (Most Valuable Player) reguler.