kumparan
News18 November 2018 18:22

Milad ke-106, Muhammadiyah Sudah Bangun 5.777 Sekolah dan 117 Kampus

Konten Redaksi kumparan
Video
Salah satu organisasi Islam terbesar di Indonesia, Muhammadiyah, hari ini genap berusia 106 tahun. Sebagai gerakan dakwah yang ikut berperan dalam bidang pendidikan, Muhammadiyah sejak berdiri 18 November 1912, hingga saat ini sudah membangun 5.777 sekolah di seluruh Indonesia.
ADVERTISEMENT
Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Haedar Nashir, menerangkan milad ke-106 tahun ini mengusung tema 'Ta'awun untuk Negeri'. Istilah ta'awun merujuk semangat tolong menolong atau saling membantu. Haedaer menyebut milad merupakan momentum historis untuk menggali inspirasi dan jejak sejarah Muhammadiyah bagi perjalanan ke depan.
"Dalam milad ini mengusung tema ta'awun untuk negeri, bagaimana Muhammadiyah menggelorakan tolong menolong, kerja sama dan membangun kebersamaan di tubuh umat dan bangsa," ucap Haedar dalam video yang diunggah Muhammadiyah di Youtube, dikutip Minggu (18/11).
Haedar menjelaskan, semangat ta'awun diambil dari isi surat Al-Hashr ayat 18, sebagai berikut:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَلْتَنْظُرْ نَفْسٌ مَا قَدَّمَتْ لِغَدٍ ۖ وَاتَّقُوا اللَّهَ ۚ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا تَعْمَلُونَ
ADVERTISEMENT
"Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat); dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan."

Jadikan milad sebagai momentum untuk menggerakkan Muhammadiyah dengan semangat takwa sebagaimana Al-Hasyr 18

- Ketua Umum PP Muhammadiyah, Haedar Nashir.

5 Fokus Muhammadiyah di Milad ke-106
Haedar menyampaikan ada 5 hal yang perhatian Muhammadiyah memasuki usia 106 tahun. Pertama, Muhammadiyah secara kolektif terus menyuarakan Islam berkemajuan sebagai basis nilai bahwa Islam berkeadaban maju.
Kedua, Muhammadiyah terus menggelorakan praksis Islam, yakni nilai-nilai Islam yang mewujudkan dalam program-program kemanusiaan, pendidikan, kesehatan, pelayanan sosial, dan usaha-usaha pemberdayaan yang benar-benar membawa pada perubahan.
ADVERTISEMENT
"Karena itu, jadikan milad ini untuk terus mendinamisasi gerakan praksis sosial, termasuk di dalamnya gerakan al-maun, filantropi Islam, gerakan kebencanaan, dan pelayanan sosial untuk semua, Muhammadiyah untuk semua, Muhammadiyah for all,” papar Haedar.
Ketua PP Muhammadiyah Haedar Nasir
Ketua PP Muhammadiyah Haedar Nasir. (Foto: Helmi Afandi Abdullah/kumparan)
Ketiga, bagaimana dalam milad kali ini dapat dijadikan sebagai momentum untuk menggelorakan dan memperluas kesadaran masyarakat tentang pentingnya membangun hidup untuk kebersamaan. Keempat, gerakan komunitas juga perlu diperhatikan, termasuk di dalamnya dakwah komunitas dan dakwah di media sosial.
“Kita sadar baik Muhammadiyah, umat Islam, maupun bangsa Indonesia tengah menghadapi arus baru dunia digital dan dunia sosial yang sama sekali berada dalam situasi non konvensional. Dalam konteks ini, maka jadikan dakwah Muhammadiyah masuk menjadi gerakan yang semakin meluas pada dakwah komunitas," terangnya.
ADVERTISEMENT
Kelima, Muhammadiyah di milad kali ini harus terus tak kenal lelah berperan dalam kehidupan kebangsaan. Di tahun politik, kontestasi politik akan semakin keras berlangsung. Muhammadiyah mengajak semua pihak agar kehidupan kebangsaan kita tetap terjaga.
"Demokrasi menjadi alat paling strategis membawa Indonesia sebagaimana dicita-citakan oleh pendiri bangsa, yakni menjadi negara yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil, dan makmur, yang dalam bahasa Muhammadiyah itulah negeri yang baldatun thoyyibatun wa robbun ghofur,” pungkas Haedar.
Presiden Jokowi di Universitas Muhammadiyah Malang
Presiden Jokowi di Universitas Muhammadiyah Malang (Foto: Laily R/Biro Pers Setpres)
Kontribusi Muhammadiyah
Dalam video lain yang dibagikan Muhammadiyah versi bahasa Inggris, dijelaskan profil dan perkembangan Muhammadiyah sebagai organisasi modern terbesar di Indonesia. Sejak didirikan Ahmad Dahlan, Muhammadiyah berkembang dengan fokus setidaknya pada gerakan pendidikan, dakwah, kesehatan, dan sosial.
Di bidang pendidikan, Muhammadiyah hingga saat ini sudah membangun 2.604 sekolah dasar, 1.722 SMP/sederajat, 1.291 SMA/sederajat, 160 pesantren, dan 177 kampus atau institusi. Dalam bidang dakwah, Muhammadiyah tak hanya bergerak di masjid, namun juga melalui media dengan hadirnya TVMU. Sementara bidang kesehatan ada 461 rumah sakit dan klinik.
Perkembangan Organisasi Muhammadiyah
Perkembangan Organisasi Muhammadiyah. (Foto: Dok. Muhammadiyah)
Di bidang bidang sosial sudah dibangun 384 yayasan yatim piatu/dhuafa, lalu ada Majelis Pemberdayaan Masyarakat (MPM), Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC), dan lainnya. Jumlah ini terus bertambah dari waktu ke waktu.
ADVERTISEMENT
Sementara secara struktural Muhammadiyah ada di 34 provinsi (PWM), 488 kabupaten/kota (PDM), 3.635 kecamatan (PCM), dan 13.780 kelurahan (PRM).
Video
Selamat milad, Muhammadiyah!
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan