Mirisnya JPO di Dewi Sartika Cawang: Banyak Sampah, Ujung Tangga di Tengah Jalan
·waktu baca 2 menit

Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) harusnya menjadi simbol keselamatan untuk para pejalan kaki di Jakarta. Namun, ternyata masih ada JPO yang membingungkan dan tak terawat di Jalan Dewi Sartika, Cawang, Jakarta Timur.
Tampak JPO itu tak seperti pada umumnya--jadi penghubung dua sisi Kampung Melayu dan arah Cililitan. JPO di Jalan Dewi Sartika itu, terlihat membingungkan. Salah satu tangga JPO bukannya mengarah ke trotoar, malah berada di tengah jalan. Pejalan kaki bahkan harus menyeberang jalan raya lagi untuk sampai ke pinggir jalan.
Selain itu, sisi tangga JPO mengarah ke permukiman warga Cililitan. Tepatnya berada di gang permukiman padat penduduk. Bahkan, kadang gang itu kerap dijadikan tempat nongkrong.
“Dari dulu begini,” kata Ida, warga yang tinggal di ujung JPO arah Cililitan.
"Ada juga. Anak-anak. Sama tukang yang ngekos di deket sini kelar tugas nongkrong di situ," sambungnya.
Gang sempit itu adalah akses utama dari arah Cililitan ke JPO. Tampak banyak sampah berserakan di tangga JPO itu. Bahkan, ada warga yang menjemur pakaiannya.
Tak heran, banyak orang memilih menyeberang langsung di perempatan meskipun tanpa zebra cross. Mereka memanfaatkan momen lampu merah perempatan untuk menyelinap di antara kendaraan.
“Percuma itu enggak dipake. Nyeberang-nyeberang lagi juga kalau naik itu,” ujar Budi, pejalan kaki yang menyeberang ke arah Cililitan.
Secara struktur, jembatan ini juga tidak ramah pengguna. Anak tangganya kecil-kecil dan menyita banyak tenaga. Tak ada atap pelindung dari panas atau hujan.
Railing besi setinggi sekitar 1,5 meter mengapit sisi jembatan. Namun, beberapa batang besi vertikal hilang. Bahkan ada celah sebesar kepala orang dewasa yang dibiarkan terbuka.
“Besi-besinya ilang. Kadang dicopot sama orang, diambil buat dijual. Anak-anak tawuran juga suka ambil buat tawuran,” ungkap pemilik warung di sekitar jembatan.
Kondisinya diperparah dengan kabel-kabel listrik yang tak beraturan di sepanjang jembatan. JPO yang seharusnya menjadi fasilitas keselamatan malah menimbulkan rasa khawatir.
