Misi Selama 20 Tahun Berakhir, Tentara Terakhir AS Tinggalkan Afghanistan
·waktu baca 2 menit

Amerika Serikat (AS) pada Senin (30/8) mengatakan telah menuntaskan penarikan seluruh pasukannya dari Afghanistan. AS bersama sekutu menghabiskan waktu hingga hampir 20 tahun di tanah Afghanistan sejak insiden WTC pada 11 September 2001.
Lebih dari 122.000 orang telah diterbangkan keluar Ibu Kota Kabul sejak 14 Agustus, satu hari sebelum kelompok pemberontak Taliban mengambil alih kekuasaan Afghanistan.
Proses yang begitu tergesa-gesa terpaksa membuat AS dan sekutu meninggalkan ribuan warga Afghanistan, yang sebenarnya dinilai layak untuk ikut dalam evakuasi.
“Begitu besar perasaan sedih dan patah hati akibat keberangkatan ini. Kami tak berhasil membawa semua orang yang ingin kami bawa keluar,” ujar Kepala Komando Pusat AS, Jenderal Frank McKenzie, dikutip dari Reuters.
“Namun hemat saya, walaupun kami tetap tinggal hingga 10 hari ke depan, tak semua orang akan bisa kami bawa,” lanjutnya. Ia menambahkan, Kepala diplomat AS di Afghanistan, Ross Wilson, menumpangi penerbangan C-17 terakhir.
Evakuasi udara darurat ini berakhir satu hari sebelum batas waktu yang telah ditentukan oleh Presiden AS Joe Biden. Biden sebelumnya telah menetapkan tenggat evakuasi pada 31 Agustus. Begitu juga Taliban yang memberi waktu evakuasi hingga tanggal tersebut.
Amerika Serikat dan Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) berupaya menyelamatkan warga negaranya sendiri, termasuk penerjemah, staf kedutaan, aktivis hak-hak sipil, jurnalis, serta warga Afghanistan lainnya yang rentan.
Evakuasi ini semakin berbahaya usai adanya insiden ledakan bom bunuh diri di Bandara Internasional Hamid Karzai pada Kamis (26/8). Ledakan tersebut menewaskan setidaknya 175 warga sipil dan 13 tentara AS.
ISIS-K mengeklaim bertanggung jawab atas serangan tersebut. Insiden berdarah itu membuat Joe Biden murka dan berjanji untuk memburu para pelaku pengeboman.
