Misteri Kerangka di Septic Tank: Ayu Seli Kerap Alami KDRT oleh Suami

kumparanNEWSverified-green

comment
13
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Lokasi septictank tempat ditemukannya kerangka manusia di Bantul. Foto: Dok. Istimewa
zoom-in-whitePerbesar
Lokasi septictank tempat ditemukannya kerangka manusia di Bantul. Foto: Dok. Istimewa

Ayu Selisa merupakan identitas kerangka manusia yang ditemukan di septic tank sebuah rumah di Karangjati, RT 07, Desa Bangunjiwo, Kecamatan Kasihan, Kabupaten Bantul, DI Yogyakarta. Rumah itu merupakan kediaman Waluyo (62), yang juga mertua Seli.

Seli sejak tahun 2009 dilaporkan hilang. Keluarga menduga Seli dibunuh suaminya Edi Susanto (29). Edi tewas gantung diri 50 hari lalu dengan meninggalkan surat wasiat yang isinya adalah hendak bertemu dengan istrinya.

“Menurut saya (dibunuh) Edi. Saya yakin juga ada yang ngrewangi (membantu),” ujar ibunda Seli, Anik Maidarningsih (51), saat ditemui di rumahnya di Badran, Kelurahan Bumijo, Kecamatan Jetis, Kota Yogyakarta, Kamis (26/12).

Anik mengatakan Seli dan Edi menikah pada tahun 2006. Pada saat itu, usia mereka masih 16 tahun. Kemudian pada tahun 2009, Seli menghilang. Keberadaanya tidak diketahui hingga rangkanya ditemukan di dalam septic tank rumah mertuanya.

Anik Maidarningsih. Foto: Arfiansyah Panji Purnandaru/kumparan

Anik kemudian mengisahkan soal rumah tangga Seli semasa hidup. Menurut Anik, menantunya Edi, terlihat baik di hadapannya. Namun ternyata Edi, kata Anik, sering berbuat kasar kepada Seli. Bahkan sering melakukan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT).

Tak jarang ketika sedang marah, kata Anik, sekujur tubuh Seli disulut bara rokok. Anik mengetahui hal itu langsung dari cerita mendiang anaknya.

“Pernah curhat (Edi) kasar sampai setahun (nikah) itu. Cerita pernah dislomoti (sulut) rokok. Sering nangis pengin pisah. Saya cuma bisa ngandani (untuk sabar),” kata dia.

Karena sering melakukan KDRT itu, Anik yakin Edi membunuh anaknya. "Kalau memang seperti itu, kenapa dulu enggak dikembalikan ke saya," ujar Anik dengan nada sedih.

Anik terakhir bertemu anaknya tahun 2008. Sejak saat itu dia sama sekali tidak pernah mendengar kabar keberadaan Seli. Anik tidak tinggal diam. Dia bolak-balik bertanya ke Edi dan besannya di mana keberadaan Seli.

Namun Edi dan keluarganya sering berkelit. Sejak saat itu, kata Anik, muncul firasat yang aneh dalam mimpinya.

Kulo diprimpeni (saya bermimpi) anak wedok (perempuan) saya memimpikan dia di hutan bambu berdiri. Di mimpi ada adik saya. Dibilang yang boleh ke sana itu saya. Tapi saya enggak ngecek saya menganggap mimpi biasa,” ujar dia.

Keyakinan Leli, saudara kembar Seli bahwa adiknya masih hidup sirna ketika polisi mengabarkan menemukan kerangka manusia di septic tank rumah orang tua Edi. Sederet benda yang ikut terkubur seperti gelang dan bordir jaket meyakinkan keluarga bahwa kerangka itu adalah Seli.

Kini keluarga berharap kasus ini dapat terbongkar secara gamblang. Jika memang Seli dibunuh, keluarga minta orang yang membantu Edi juga dibeberkan.

kumparan post embed