Misteri Kerangka di Septic Tank: Edi Disebut Punya Kelainan

kumparanNEWSverified-green

comment
9
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Lokasi ditemukannya kerangka manusia di Karangjati RT 07 Desa Bangunjiwo, Kecamatan Kasihan, Kabupaten Bantul, DI Yogyakarta. Foto: Arfiansyah Panji Purnandaru/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Lokasi ditemukannya kerangka manusia di Karangjati RT 07 Desa Bangunjiwo, Kecamatan Kasihan, Kabupaten Bantul, DI Yogyakarta. Foto: Arfiansyah Panji Purnandaru/kumparan

Ayu Selisa diduga kuat dibunuh suaminya, Edi Susanto (29). Kerangka Ayu Selisa kemudian ditemukan di septic tank rumah mertuanya di Karangjati RT 07, Desa Bangunjiwo, Kecamatan Kasihan, Kabupaten Bantul, DI Yogyakarta. Sementara Edi tewas gantung diri 11 November lalu.

Semasa hidupnya, Selisa sering mendapat perlakuan kasar dari Edi. Hal itu diungkapkan oleh kembaran Seli, Ayu Lelisa. Lelisa yang kini berada di Sumbawa, Nusa Tenggara Barat (NTB) bercerita adiknya pernah babak belur karena perlakuan Edi.

"Dulu, jujur, sering berantem. Di depan saya itu. Sampai babak belur begitulah. Iya (main tangan) berkali-kali lah. Sampai babak belur. Berantem di depan saya itu sudah sampai dua kali," kata Lelisa saat dihubungi wartawan, Jumat (27/12).

Lelisa tidak mendetailkan kapan dan di mana peristiwa itu terjadi. Namun, yang jelas saat itu dia sedang hamil tua anak keduanya. Lelisa tak kuasa untuk memisah perkelahian itu.

"Terus orang tuanya Edi itu bilang kalau Edi itu punya kelainan," kata dia. Lelisa tak merinci kelainan apa yang dimaksud.

Lokasi ditemukannya kerangka manusia di Karangjati RT 07 Desa Bangunjiwo, Kecamatan Kasihan, Kabupaten Bantul, DI Yogyakarta. Foto: Arfiansyah Panji Purnandaru/kumparan

Lelisa bercerita dulu dia dan adiknya sering bekerja bersama saat Pasar Malam Sekaten digelar. Lelisa bekerja menjaga stan jam tangan, sementara Selisa menjaga stan aksesori.

Lelisa membenarkan terakhir kali Selisa bertemu ibunya pada 2008 silam saat dia sedang hamil anak keduanya. Sementara Lelisa masih bertemu dengan Selisa di tahun yang sama.

Menurut Lelisa, usai dia melahirkan anak keduanya sekitar tahun 2009, masih bertemu dengan adiknya. Bahkan adiknya itu sempat ikut bekerja jaga stan di Pasar Malam Sekaten.

Setelah itu, Selisa tidak diketahui keberadaannya. Lelisa kemudian menanyakan keberadaan Selisa ke Edi. Edi pada saat itu bilang istrinya telah diantar ke rumah ibunya di Kota Yogyakarta.

Bolak-balik Edi berkelit saat ditanya keberadaan istrinya. Hingga akhirnya, Lelisa melaporkan kehilangan adiknya ke polisi.

Lama tidak ada hasil dari kepolisian, pada Sabtu (21/12) Lelisa mendapat kabar adiknya itu sudah dalam kondisi tulang belulang di dalam septic tank rumah mertuanya.

kumparan post embed