MKD DPR Panggil Habib Aboe soal Pernyataan 'Ulama di Pusaran Narkoba'
·waktu baca 2 menit

Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) DPR bakal memanggil Anggota Komisi III DPR Fraksi PKS, Habib Aboe Bakar Al-Habsyi pada Selasa (14/4) besok. Habib Aboe akan diperiksa usai pernyataan ulama dan pesantren di Madura terlibat dalam pusaran narkoba.
“Ya benar memang ada pemanggilan,” ucap Ketua MKD DPR, Nazaruddin Dek Gam kepada wartawan Senin (13/4).
Pemanggilan itu tertuang dalam surat MKD bernomor 148/PW.09/05/2026 yang ditandatangani Wakil Ketua MKD Imron Amin.
Habib Aboe akan diperiksa di ruang MKD pukul 10.00 WIB.
“Bersama ini kami sampaikan bahwa sehubungan dengan maraknya pemberitaan yang menjadi perhatian masyarakat terkait pernyataan Saudara tentang keterlibatan ulama dan pesantren di Madura dalam pusaran narkoba,” ucap surat itu.
“Berdasarkan hasil verifikasi perkara, Mahkamah Kehormatan Dewan DPR RI memanggil Saudara untuk hadir dalam Rapat Mahkamah Kehormatan Dewan,” tambahnya.
Pernyataan Habib Aboe
Adapun pernyataan itu dilontarkan Habib Aboe saat rapat dengar pendapat bersama Kepala BNN, Komjen Suyudi Ario Seto di DPR, Selasa (7/4), tentang RUU Narkotika dan Psikotropika. Kepada Suyudi, Habib Aboe meminta BNN mendalami dugaan adanya keterlibatan ulama dan pesantren di Madura dalam bisnis narkoba.
Ia mengatakan ada ‘cuan’ yang banyak dari bisnis narkoba sehingga menarik oknum ulama dan pesantren. Ia meminta Suyudi untuk memerhatikan temuannya ini.
Adapun pernyataan itu dilontarkan Habib Aboe saat rapat dengar pendapat bersama Kepala BNN, Komjen Suyudi Ario Seto di DPR, Selasa (7/4) lalu tentang RUU Narkotika dan Psikotropika. Kepada Suyudi, Habib Aboe meminta BNN mendalami dugaan adanya keterlibatan ulama dan pesantren di Madura dalam bisnis narkoba.
“Contoh, Madura. Saya itu kaget, Pak, ulama sudah mulai ikut terlibat juga dengan narkotika, coba cek benar tidak? Pesantren-pesantren itu juga, Pak. Ini ada apa?,” ucap Habib Aboe.
Ia mengatakan ada ‘cuan’ yang banyak dari bisnis narkoba sehingga menarik oknum ulama dan pesantren. Ia meminta Suyudi untuk memerhatikan temuannya ini.
“Ternyata ada cuan di situ, Pak. Ada cuan di situ, cuan-nya banyak, bukan dikit,” tutur Habib Aboe.
“Nah, saya khawatir yang bermain-main ini, ya maaf ya, saya, kita tidak tendensius, saya khawatir yang bermain ya yang punya posisi-posisi, Pak. Karena ini, atau pebisnis-pebisnis besar. Kita harus pikirkan itu daerah-daerah perbatasan, daerah-daerah pinggiran laut, dan sebagainya,” tambahnya.
