Mobil Saling Bersenggolan, Anggota TNI AU Diteriaki Rampok oleh Warga

kumparanNEWSverified-green

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi perampokan rumah. (Foto: Thinkstock)
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi perampokan rumah. (Foto: Thinkstock)

Tujuh orang anggota TNI AU dari Sautan Kosekhanudnas III Medan, terlibat cekcok dengan warga, bernama Vina. Cekcok ini dipicu senggolan antara mobil yang dikendarai Vina dengan warga dengan mobil yang ditumpangi oleh ketujuh anggota TNI AU itu.

Peristiwa itu terjadi pada Selasa, (31/10) sekitar 21.00 WIB. Saat itu, Vina dan suaminya Andi tengah melintas di Jalan TB Simatupang, Medan. Mobil Kijang Innova putih bernopol BK 1771 VQ yang dikendarai Vina tiba-tiba dipepet oleh mobil Grand Max yang berisi anggota TNI AU.

Keduanya terlibat aksi saling salip hingga ke gerbang Kompleks Sumerset. Anggota TNI AU turun dari mobil dan mendatangi Vina dan Andi. Informasi yang berkembang, anggota TNI AU berniat merampok Vina dan Andi. Uang senilai Rp 70 juta pun raib dibawa oleh para oknum ini.

Warga sekitar yang melihat kejadian itu lalu melakukan pengejaran. Tiga orang berhasil ditangkap dan tiga lainnya berhasil melarikan diri. Setelah ditangkap baru diketahui mereka merupakan anggota TNI AU.

Kadispen TNI AU Jemi Tri Sonjaya (Foto: David Pratama/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Kadispen TNI AU Jemi Tri Sonjaya (Foto: David Pratama/kumparan)

Kepala Dinas Penerangan TNI AU Marsekal Pertama Jemi Trisonjaya membantah anggotanya melakukan perampokan. Jemi menyebut peristiwa itu merupakan kesalahpahaman antara warga dengan anggota TNI AU, jadi tidak ada aksi perampokan.

"Perlu saya klarifikasi supaya tidak merugikan TNI AU, telah terjadi kesalahfahaman, bukan tindakan perampokan," ujar Jemi saat dikonfirmasi kumparan (kumparan.com), Rabu (1/11).

Jemi menjelaskan, mobil yang dikendarai warga dan anggota TNI AU terlibat saling senggol. Anggota TNI AU kemudian mengejar Vina sampai ke perumahan Sommerset. Mobil Vina berhenti setelah ditabrak oleh mobil anggota TNI AU.

"Korban yang ditabrak teriak rampok dan oknum TNI AU yang berada di kendaraan Nissan melarikan diri karena di kejar oleh masyarakat setempat," jelas Jemi.

Seluruh anggota TNI AU yang terlibat insiden itu sudah ditangkap dan sedang menjalani penyelidikan di POM Kosek III Medan. Jemi mendapat informasi, masalah itu sudah selesai secara kekeluargaan. Tapi, POM TNI AU terus menyelidiki aksi main hakim sendiri yang dilakukan ketujuh oknum TNI AU ini.

"POM TNI AU tetap melakukan pendalaman dan penyelidikan terkait main hakim sendiri, TNI AU tidak akan melindungi dan akan melakukan tindakan hukum yang tegas sesuai dengan tindakannya," imbuh Jemi.

Ketujuh oknum anggota TNI AU itu, yakni Prada MY, Prada AP, Prada EP, Prada PP, Kopda S, Praka RP, dan Prada EK. Jemi memastikan, tidak ada perampokan yang terjadi, termasuk soal uang Rp 70 juta yang banyak beredar.

"Tidak ada perampokan," ucap Jemi.