Modus 14 Joki UTBK di Surabaya: Ganti Orang, Palsukan KTP dan Ijazah

kumparanNEWSverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Polrestabes Surabaya menggelar konferensi pers terkait sindikat joki UTBK di Mapolrestabes Surabaya, Kamis (7/5/2026). Foto: Farusma Okta Verdian/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Polrestabes Surabaya menggelar konferensi pers terkait sindikat joki UTBK di Mapolrestabes Surabaya, Kamis (7/5/2026). Foto: Farusma Okta Verdian/kumparan

Sindikat joki Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) 2026 di Surabaya dibongkar polisi. Sebanyak 14 orang joki ditangkap.

Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol Luthfie Sulistiawan, mengatakan modus jaringan joki ini yakni mengganti seseorang yang mengikuti UTBK hingga pemalsuan dokumen.

"Para tersangka sengaja berbuat curang dengan mengganti seseorang untuk mengikuti ujian tulis berbasis komputer, serta dalam pelaksanaannya tersangka mengganti dan memalsukan dokumen-dokumen yang berkaitan dengan pendaftaran, seperti pendaftaran online pada web portal SNPMB, ijazah, data KTP," kata Luthfie di Mapolrestabes Surabaya, Kamis (7/5).

Luthfie menyampaikan, dalam menjalankan aksinya, tersangka utama berinisial IKP (41 tahun) menyuruh orang-orang di dalam jaringannya untuk mencari korban.

"Makanya ini melibatkan banyak orang karena memang dia sebar untuk nanya pada setiap mau ada ujian seleksi calon mahasiswa jaringan itu coba nyari klien. Seperti itu sistem yang ada," ucapnya.

Sementara, untuk pelaksana atau yang mengikuti ujian dipilih orang-orang yang memiliki intelektual cerdas, salah satunya tersangka berinisial NRS (21 tahun), seorang mahasiswa.

"Kemarin sudah kita tanyakan bagaimana soal-soal yang joki yang atas nama N ini bahkan enam kali dia dalam tanda kutip main. Dan dia akui tidak ada bocoran soal atau apa. Dan enam itu lulus semua," katanya.

"Ketika ditanya apakah soal-soal itu sulit apa tidak? Dia katakan, biasa-biasa saja soalnya. Apakah waktu untuk mengerjakan itu kurang atau tidak? Enggak, cukup semuanya. Nah, kita bisa sampaikan bahwa dalam kondisi tertekan bahwa dia tahu bahwa yang dia sedang bermain itu pun kemungkinan besar sudah diketahui, itu pun masih dengan tenang dia bisa mengerjakan soal-soal itu katanya memang relatif mudah," imbuhnya.

Polrestabes Surabaya menggelar konferensi pers terkait sindikat joki UTBK di Mapolrestabes Surabaya, Kamis (7/5/2026). Foto: Farusma Okta Verdian/kumparan

Alasan Ekonomi

Luthfie juga menyampaikan latar belakang ekonomi menjadi alasan tersangka N menjadi joki UTBK.

"Ya memang dari joki ini dia memang keluarga dengan ibu yang single parent dan memang dua saudaranya juga tidak kuliah karena memang keterbatasan dana," katanya.

"Dan memang yang dia dapatkan ini adalah untuk memenuhi kehidupan dia termasuk membantu juga ke keluarga," lanjutnya.

Dokter Hingga ASN Jadi Joki

Polrestabes Surabaya menggelar konferensi pers terkait sindikat joki UTBK di Mapolrestabes Surabaya, Kamis (7/5/2026). Foto: Farusma Okta Verdian/kumparan

Keempat belas joki ini ada yang berprofesi sebagai dokter hingga ASN. Berikut daftarnya:

  • N.R.S (21 tahun), mahasiswa

  • I.K.P (41 tahun), karyawan swasta

  • P.I.F (21 tahun), mahasiswa

  • F.P (35 tahun), karyawan swasta

  • B.P.H (29 tahun), dokter

  • D.P (46 tahun), dokter

  • M.I (31 tahun), dokter

  • R.Z (46 tahun), pedagang

  • H.R.E (18 tahun), pelajar

  • B.H (55 tahun), wiraswasta

  • S.P (43 tahun), karyawan swasta

  • S.A (40 tahun), karyawan swasta

  • I.T.R (38 tahun), ASN P3K

  • C.D.R (35 tahun), ASN P3K.