Momen Abdul Mu'ti Senam Bareng Siswa di Gunungsitoli dan Bagi 5 Sepeda

kumparanNEWSverified-green

ยทwaktu baca 3 menit

google
Tambah ke Prefensi Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Mendikdasmen, Abdul Mu'ti, meninjau pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG), pembelajaran digital, serta kondisi sarana dan prasarana di SMPN 2 Dharma Caraka, Gunungsitoli Selatan, Sumatera Utara, Sabtu (20/6/2026). Foto: Aditya Nugraha/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Mendikdasmen, Abdul Mu'ti, meninjau pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG), pembelajaran digital, serta kondisi sarana dan prasarana di SMPN 2 Dharma Caraka, Gunungsitoli Selatan, Sumatera Utara, Sabtu (20/6/2026). Foto: Aditya Nugraha/kumparan

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti mengikuti kegiatan Pagi Ceria bersama ratusan siswa SD, SMP, dan SMK di SMPN 2 Dharma Caraka Gunungsitoli Selatan, Sumatera Utara, Sabtu (20/6).

Kegiatan diawali dengan senam Anak Indonesia Hebat yang diikuti siswa, guru, serta sejumlah pejabat daerah. Turut hadir Anggota Komisi X DPR RI Sabam Sinaga dan Wali Kota Gunungsitoli Sowa'a Laoli.

Dalam suasana yang berlangsung meriah, Mu'ti beberapa kali berinteraksi langsung dengan para siswa. Ia mengajak siswa menjawab pertanyaan seputar Ikrar Pelajar Indonesia dan Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat.

Siswa yang berhasil menjawab pertanyaan mendapat hadiah sepeda dari Mendikdasmen. Total lima sepeda dibagikan kepada siswa dari berbagai jenjang pendidikan.

Selain mengajak siswa menjaga semangat belajar, Mu'ti juga berpesan agar mereka tidak minder karena berasal dari Kepulauan Nias.

"Jangan rendah diri karena menjadi orang pulau. Jangan rendah diri karena menjadi orang Nias. Kalian harus bangga sebagai anak Nias, bangga sebagai putra-putri Nias," kata Mu'ti.

Menurut dia, anak-anak Nias memiliki kesempatan yang sama untuk meraih prestasi dan menjadi pemimpin Indonesia di masa depan.

"Kalian semua bisa menjadi anak-anak Indonesia yang hebat dan berprestasi kalau belajar sungguh-sungguh," ujarnya.

Mendikdasmen, Abdul Mu'ti, meninjau pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG), pembelajaran digital, serta kondisi sarana dan prasarana di SMPN 2 Dharma Caraka, Gunungsitoli Selatan, Sumatera Utara, Sabtu (20/6/2026). Foto: Aditya Nugraha/kumparan

Kegiatan Pagi Ceria tersebut menjadi bagian dari kunjungan kerja Mendikdasmen di Kota Gunungsitoli yang juga dirangkaikan dengan peresmian bantuan revitalisasi untuk satuan pendidikan di wilayah tersebut.

Dalam kesempatan itu, Mu'ti mengajak siswa membiasakan hidup sesuai Gerakan ASRI, yakni Aman, Sehat, Resik, dan Indah, serta terus menerapkan Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat dalam kehidupan sehari-hari.

"ASRI itu singkatan dari Aman, Sehat, Resik, tahu resik ya? Resik itu artinya bersih, dan Indah," jelasnya.

Wali Kota Gunungsitoli, Sowa'a Laoli mengatakan kunjungan Mendikdasmen menjadi momentum penting bagi penguatan sektor pendidikan di Kepulauan Nias. Menurutnya, Pemerintah Kota Gunungsitoli terus berupaya meningkatkan kualitas pendidikan melalui penguatan kompetensi guru, transformasi digital, hingga penyediaan sarana dan prasarana pendidikan.

"Kami atas nama Pemerintah Kota Gunungsitoli dan seluruh masyarakat Kota Gunungsitoli menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi atas perhatian penuh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah terhadap infrastruktur sekolah di daerah kami melalui program Revitalisasi Sekolah tahun 2026," ujarnya

Ia juga berharap usulan revitalisasi sekolah yang telah diajukan pemerintah daerah dapat terus mendapat dukungan pemerintah pusat secara bertahap.

Sementara itu, Anggota Komisi X DPR RI, Sabam Sinaga menilai perhatian pemerintah terhadap pendidikan di Kepulauan Nias mulai terlihat melalui berbagai program revitalisasi sekolah dan peningkatan sarana pendidikan.

Sabam mengatakan pihaknya telah meninjau sejumlah titik yang menjadi bagian dari program revitalisasi sekolah selama kunjungan kerja berlangsung.

"Kemarin di Nias Utara sudah terealisir sekitar 33 revitalisasi tahun 2025. Dan tahun 2026 bergerak secara progresif 22 sekolah yang direvitalisasi. Dan di sini saya yakin akan bertambah-tambah, tidak hanya satu atau dua," tegas Sabam

Ia berharap peningkatan fasilitas pendidikan dapat mendorong lahirnya sumber daya manusia unggul dari Kepulauan Nias yang mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional.

Ia berharap semua unsur masyarakat dan lembaga dapat mendukung program tersebut, demi mewujudkan Indonesia Emas di masa yang akan datang.

"Mari terus kita dukung, agar seluruh apa yang menjadi program bersama nantinya untuk mendukung Indonesia Emas akan terwujud dengan kolaborasi antara pemerintah, legislatif dan masyarakat," ujarnya.