Momen Pengasuh Ponpes di Pati Tersangka Pencabulan Digiring ke Kantor Polisi
·waktu baca 2 menit

Pengasuh Pondok Pesantren (Ponpes) Ndholo Kusumo, tersangka kasus dugaan pencabulan santriwati, Asyhari, digiring polisi ke Polresta Pati, Kamis (7/5).
Asyhari tiba di Mapolresta Pati sekitar pukul 12.30 WIB dengan mobil berwarna hitam.
Dalam video yang diterima kumparan, Asyhari tampak mengenakan batik dibalut jaket kulit dan celana hitam.
Sepanjang perjalanan dari mobil ke kantor polisi, ia hanya terdiam dengan raut muka masam. Kedua tangannya terikat cable tie (pengikat plastik) berwarna kuning.
Asyhari kemudian dikawal ketat oleh sejumlah petugas menuju Kantor Satreskrim Polresta Pati. Di dalam gedung, ia akan diperiksa terkait kasus pencabulan santriwati.
Pelariannya berakhir di Kabupaten Wonogiri setelah diringkus Tim Satreskrim Polresta Pati dini hari tadi. Polisi melakukan pengejaran lintas provinsi.
"Alhamdulillah sudah (tertangkap)," kata Kasat Reskrim Polresta Pati, Kompol Dika Hadian Widya Wiratama, melalui sambungan telepon.
Selama masa pelariannya, Asyhari berpindah-pindah tempat mulai dari Jawa Tengah hingga Jawa Barat untuk menghindari kejaran petugas sejak 4 Mei.
"Sempat ke Kudus kemudian Bogor, lanjut Jakarta, habis itu ke Solo kemudian Wonogiri," beber dia.
Sebelumnya, Asyhari mangkir dalam panggilan pertama setelah ditetapkan tersangka pada Senin (4/5). Sikap itu dinilai tidak kooperatif hingga membuat polisi mengambil langkah cepat memburu pelaku yang sempat menghilang
