Motif Pelaku Bunuh Mara Salem: Sakit Hati, Beritakan Narkotika dan Minta Ekstasi

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

clock
comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Polda Sumut saat mengungkap kasus pembunuhan Mara Salem. Foto: Polda Sumut
zoom-in-whitePerbesar
Polda Sumut saat mengungkap kasus pembunuhan Mara Salem. Foto: Polda Sumut

Polisi akhirnya menangkap pelaku pembunuhan terhadap Mara Salem Harahap (42), pemimpin redaksi media online lokal LasserNews Today di Simalungun, Sumatera Utara (Sumut).

Pelaku adalah pemilik tempat hiburan malam Ferrari Bar and Resto berinisial Y (57) dan karyawannya S (31). Namun diduga dalam aksinya mereka dibantu oknum TNI berinisial A.

Kapolda Sumut Irjen Pol Panca Putra mengatakan Mara Salem dibunuh karena kerap memberitakan soal peredaran narkotika di diskotek Ferrari Bar and Resto.

Padahal, kata Panca, Y sudah memberikan jatah ekstasi selama sebulan senilai Rp 12 juta. Panca tak menyebut sejak kapan jatah ekstasi itu diberikan ke Mara Salem.

kumparan post embed

“Korban juga meminta jatah Rp 12 juta per bulan. Dengan permintaan tiap hari 2 butir ekstasi. Kalau satu butir Rp 200 ribu ,kalau dua Rp 400 ribu, artinya kalau di kali 30 hari Rp 12 juta,” ujar Panca.

Karena merasa kesal kerap memberitakan narkotika walau sudah diberikan jatah, S meminta meminta kepada Y agar memberi pelajaran pada korban. Y lalu meminta bantuan A yang diduga oknum TNI.

Di saat itulah A dan Y menemui Mara Salem di Huta 7 Nagori Karang Anyar, Kabupaten Simalungun. Usai menembak korban lalu mereka melarikan diri. Polisi belum mendetailkan senjata milik siapa yang digunakan saat menembak Mara Salem itu.

Panca saat ditanya wartawan selesai press conference membenarkan kalau A merupakan oknum TNI.

“A adalah oknum (TNI), makanya Pangdam hadir di sini. Dengan tegas saya sampaikan kepada teman-teman. Siapa pun yang bersalah akan kita tindak tegas,”ujarnya.

Namun Panca tidak menyebutkan status A.

“Nanti akan disampaikan, karena bukan dalam kompetensi saya,”ujar Panca

Sementara itu Pangdam Bukit Barisan, Mayjen TNI Hasanuddin tidak memberikan komentar apa-apa saat press conference.