Mudik Dilarang, Wagub Minta Perjalanan Wisata ke Bali Dikecualikan

kumparanNEWSverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Pemnumpang berfoto di depan Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Badung, Bali, Jumat (31/7). Foto: SONNY TUMBELAKA / AFP
zoom-in-whitePerbesar
Pemnumpang berfoto di depan Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Badung, Bali, Jumat (31/7). Foto: SONNY TUMBELAKA / AFP

Pemerintah telah melarang mudik pada 6-17 Mei demi mencegah lonjakan penularan virus corona. Meski demikian, perjalanan wisata ke Bali diusulkan untuk tetap diperbolehkan.

Usulan itu disampaikan Wagub Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati. Ia berharap larangan bepergian selama mudik Lebaran dikecualikan untuk sektor pariwisata.

“Mereka kan tidak mudik ke Bali, mereka libur atau mereka wisatawan yang berlibur ke Bali. Ini yang kami mohon, agar untuk wisatawan dikecualikan,” kata pria yang akrab disapa Cok Ace ini di DPRD Bali, Senin (19/4).

Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati pada peluncuran program wisata "We Love Bali" di Bali Safari % Marine Park, Kabupaten Gianyar, Bali, Rabu (14/10). Foto: Denita br Matondang/kumparan

Dia mengatakan, Pemprov Bali sedang melobi Kemenparekraf agar wisatawan diizinkan melakukan perjalanan selama larangan mudik tersebut. Dia berharap pihak Kemenparekraf segera memberi respons positif.

“Kita masih mengusahakan untuk Bali untuk tujuan pariwisata jangan sampai dilarang, kita sudah webinar dengan Kemenpar dan kami sampaikan masalah itu. besok ada rapat lagi dan mudah-mudahan ada jawaban yang lebih konkret,” kata dia.

Cok Ace yakin jika perjalanan wisata ke Bali diizinkan, maka jumlah kunjungannya bisa mencapai 10 ribu selama Lebaran. Ia prihatin kunjungan wisatawan domestik ke Bali masih sepi.

Spanduk penutupan kawasan sementara terpasang di kawasan wisata Pantai Jimbaran, Badung, Bali. Foto: ANTARA FOTO/Fikri Yusuf

Dia juga optimistis risiko penularan corona tak akan melonjak saat perjalanan wisata ke Bali diizinkan. Beberapa lokasi di Bali saat ini sudah diterapkan zona hijau pariwisata dengan protokol kesehatan secara ketat. Para pelaku pariwisata juga sudah divaksinasi.

“Walaupun datang 10 ribu. Enggak terjadi (risiko lonjakan kasus). Situasi begini paling 10 ribu (wisatawan domestik ke Bali saat Lebaran), sekarang 4 ribu-6 ribu ,” kata dia.

Ilustrasi wisatawan yang mematuhi protokol kesehatan di Bali Foto: Shutter stock

Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Muhadjir Effendy dan Menparekraf Sandiaga Uno telah menyetujui objek wisata lokal tetap buka meski mudik dilarang. Syaratnya harus tetap harus menerapkan protokol kesehatan ketat dan disiplin.

"Kami menyiapkan opsi-opsi, staycation, opsi-opsi pariwisata dalam bingkai PPKM skala mikro, termasuk juga penyediaan produk-produk ekonomi kreatif untuk mengganti fisik masyarakat di kampung halaman," ucap Sandiaga Uno saat bertemu Muhadjir di Kemenko PMK, Jakarta, Kamis (1/4).

kumparan post embed