Muhadjir Bela Anies soal Lem Aibon Rp 82 M DKI: Salah Input, Maklum

kumparanNEWSverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Menko PMK Muhadjir Effendy di acara Konsolidasi perencanaan pencapaian dan misi Presiden serta sasaran dan target indikator bidang PMK dalam RPJM 2020-2024. Foto: Irfan Adi Saputra/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Menko PMK Muhadjir Effendy di acara Konsolidasi perencanaan pencapaian dan misi Presiden serta sasaran dan target indikator bidang PMK dalam RPJM 2020-2024. Foto: Irfan Adi Saputra/kumparan

Munculnya anggaran pembelian lem aibon Rp 82,2 miliar di Dinas Pendidikan DKI pada RAPBD 2020 jadi polemik. Hal itu sudah dijelaskan oleh Pemprov DKI bahwa ada kekeliruan dalam input data.

Melihat hal itu, Menko PMK Muhadjir Effendy memaklumi adanya kekeliruan itu. Sebab, setiap orang bisa saja melakukan kekeliruan.

"Kalau menurut saya, itu kan berdasarkan saya baca di media itu kan kekeliruan, kekeliruan input data. Harus dimaklumilah namanya keliru masa mau disalahkan," tutur Muhadjir usai rapat konsolidasi di kantor Kemenko PMK, Jakarta, Kamis (31/10).

Menko PMK Muhadjir Effendy di acara Konsolidasi perencanaan pencapaian dan misi Presiden serta sasaran dan target indikator bidang PMK dalam RPJM 2020-2024. Foto: Irfan Adi Saputra/kumparan

Mantan Mendikbud itu mengatakan, setiap daerah memang memiliki otoritas tersendiri dalam menyusun anggaran pendidikan. Tapi yang terpenting saat ini, kesalahan itu harus segara diperbaiki.

"Setiap orang kan punya hak untuk keliru. Yang penting habis keliru dibenahi," ucap eks Ketua PP Muhammadiyah itu.

kumparan post embed

Adanya anggaran pembelian lem aibon Rp 82,2 miliar di RAPBD 2020 DKI Jakarta menjadi sorotan. Pemprov DKI Jakarta sudah menyampaikan paparan soal kekeliruan ini.

Plt Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta Syaifullah mengatakan, munculnya anggaran lem aibon itu merupakan komponen sementara yang ada dalam e-budgeting. Tapi setelah disisir kembali, pembelian lem aibon sudah tidak ada.

"Bukan salah input, tetapi memang yang ada di dalam komponen e-budgeting adalah komponen sementara yang akan kita sesuaikan berdasarkan hasil input komponen dari masing-masing sekolah," jelasnya.

"Ini perlu waktu karena melibatkan begitu banyak sekolah, 2.100 sekolah, dan kita betul-betul hati-hati atas komponen-komponen itu. Tidak serta merta sekolah menyusun, kemudian kita masukkan ke dalam sistem e-budgeting," lanjutnya.