Muhammadiyah: Orang Percaya Dukun Pengganda Uang karena Iman-Percaya Diri Rendah
·waktu baca 2 menit

Praktik dukun pengganda uang terjadi di beberapa tempat di Indonesia yang berujung pada pembunuhan. Teranyar, kasus Mbah Slamet Tohari (45) dan asistennya Budi Santoso (32) yang membunuh 12 orang yang menagih uang hasil penggandaan.
Sekretaris Umum PP Muhammadiyah, Prof Abdul Mu'ti, prihatin masih banyak orang percaya dukun di zaman yang sudah sangat maju.
"Secara pribadi saya prihatin masih maraknya perdukunan di masyarakat dan masih banyaknya kejahatan yang justru bermula dari masalah perdukunan," ucap Abdul Mu'ti kepada kumparan, Jumat (7/4).
"Menurut saya, gejala masyarakat ini karena orang memiliki iman lemah kemudian rasa percaya diri yang sangat rendah terhadap berbagai kesulitan yang mereka hadapi," imbuhnya.
Menurutnya, masih banyak masyarakat yang menempuh jalan pintas memilih cara irasional untuk mendapatkan kekayaan atas berbagai kesulitan yang dihadapi.
"Karena itu saya mengimbau masyarakat untuk berusaha bagaimana agar memperoleh rizki dengan cara yang benar, usaha dan kerja keras yang sesuai dengan tuntunan agama, juga tuntutan profesionalisme kerja sehingga tidak terpengaruh berbagai tipu daya orang-orang yang menawarkan cara-cara instan," bebernya.
Meski begitu, Guru Besar Bidang Pendidikan Agama Islam UIN Syarif Hidayatullah Jakarta tersebut menilai fenomena dukun pengganda uang menjadi evaluasi bagi para pemuka agama termasuk ormas Islam.
"Agar lebih meningkatkan dakwah kepada masyarakat, khususnya kelompok marginal, masyarakat kelas bawah yang memang selama ini sangat rentan dengan berbagai tindakan penipuan, kejahatan, yang dilakukan oknum yang sangat tidak bertanggung jawab," pungkasnya.
****
kumparan bagi-bagi berkah senilai jutaan rupiah. Jangan lewatkan beragam program spesial lainnya. Kunjungi media sosial kumparan untuk tau informasi lengkap seputar program Ramadhan! #BerkahBersama
