MUI: Kegiatan Kelompok Aliyudin Memuja Kuburan Kosong Tak Masuk Aliran Sesat

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Aliran sesat di Tangerang yang dipimpin Abah Ali, pengikutnya memuja kuburan kosong. Foto: Dok. Istimewa
zoom-in-whitePerbesar
Aliran sesat di Tangerang yang dipimpin Abah Ali, pengikutnya memuja kuburan kosong. Foto: Dok. Istimewa

Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Tangerang angkat bicara soal adanya kegiatan pemujaan kuburan kosong yang dilakukan Abah Ali di kediamannya di Desa Cibugel, Kecamatan Cisoka, Kabupaten Tangerang.

Dari hasil kajian MUI Kabupateng Tangerang, kegiatan pemujaan yang dilakukan Abah Ali tidak masuk dalam kriteria aliran sesat.

"Jadi pada dasarnya setelah diinvestigasi, setelah dikaji, memang tidak ada hal-hal yang masuk kriteria aliran sesat, seperti tidak ada gurunya atau pemimpin tertentu. Hanya memang, dalam kegiatannya itu yang salah, karena di luar kaidah Islam," kata Sekretaris MUI Kabupaten Tangerang, Nur Alam, Jumat, (17/2).

Aliran sesat di Tangerang yang dipimpin Abah Ali. Foto: Dok. Istimewa

Menurut MUI, apa yang dilakukan Abah Ali dan pengikutnya dalam kelompok Aliyudin itu keliru, tapi belum bisa dikatakan sesat.

"Kami tidak langsung mengesahkan itu sesat karena dikaji dulu setelah tahapan investigasi dan setelah diteliti. Tapi ternyata mereka masih meyakini, tetap mereka bersyahadat, tidak ada yang melenceng dari rukun Islam. Hanya keliru saja dalam pelaksanaan ritualnya," ujar Nur Alam.

Kondisi ruangan tempat praktik diduga aliran sesat pimpinan Aliyudin di Cisoka, Kabupaten Tangerang. Foto: Azmi/ANTARA

Ditambah, dari hasil klarifikasi petugas, Abah Ali menerangkan kegiatannya dengan mengucapkan sejumlah ayat di depan kuburan kosong hanya bentuk pengingat akan datangnya kematian.

"Kegiatan dengan adanya kuburan itu supaya ingat mati saja. Dan atas kekeliruannya itu juga, mereka sudah mengakui kesalahannya dan mengakui ke kekeliruannya, dan sudah meminta maaf kepada masyarakat," ungkap Nur Alam.