MUI Sebut Perayaan Idul Adha Serentak Jadi Momentum Perkuat Persatuan Umat Islam

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Sekretaris Jenderal Majelis Ulama Indonesia (MUI) Amirsyah Tambunan di Kantor MUI Pusat, Jakarta Pusat, Selasa (7/10/2025).  Foto: Zamachsyari/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Sekretaris Jenderal Majelis Ulama Indonesia (MUI) Amirsyah Tambunan di Kantor MUI Pusat, Jakarta Pusat, Selasa (7/10/2025). Foto: Zamachsyari/kumparan

MUI menyebut pelaksanaan Idul Adha 1447 Hijriah secara serentak menjadi momentum penting untuk memperkuat persatuan dan kesatuan umat Islam, baik di Indonesia maupun seluruh dunia Islam.

Hal itu disampaikan Sekretaris Jenderal MUI, Amirsyah Tambunan, dalam Konferensi Pers Sidang Isbat Penetapan 1 Dzulhijjah 1447 H di Kementerian Agama RI, Jakarta Pusat, Minggu (17/5).

“Ini sebuah momentum penting untuk menggambarkan bagi kita umat Islam Indonesia dan seluruh dunia Islam insyaallah, Idul Adha bisa bersama-sama secara serentak akan kita rayakan dalam rangka untuk memperkuat persatuan dan kesatuan umat Islam di Indonesia dan seluruh dunia Islam,” ujar Amirsyah.

Amirsyah menambahkan, MUI sebagai "tenda besar" umat Islam berkomitmen menjalankan peran strategisnya bersama pemerintah.

“Majelis Ulama Indonesia sebagai tenda besar umat Islam yang bersama-sama pemerintah melakukan kerja-kerja strategis sebagai shodiqul hukumah (mitra pemerintah) dan terus bertekad melayani umat dan bangsa kita yang kita kenal sebagai khodimul ummah (pelayan umat),” katanya.​​​​​​​

Ia pun mengajak seluruh umat Islam untuk menjadikan Idul Adha sebagai sarana meningkatkan kepedulian sosial, salah satunya melalui pembagian daging kurban.

“Masyarakat kita saat ini tengah menanti uluran tangan kita semua. Pembagian daging kurban secara bersama-sama adalah sebagai bukti kepedulian kita kepada umat,” ujarnya.

Menteri Agama Nasaruddin Umar usai memberikan keterangan pers hasil Sidang Isbat Penetapan Awal Zulhijah 1447 Hijriah di Kementerian Agama, Jakarta, Minggu (17/5/2026). Foto: Iqbal Firdaus/kumparan

Lebih jauh, Amirsyah memaknai ibadah kurban bukan sekadar ritual, melainkan simbol menghilangkan sifat buruk pada diri manusia.

“Menyembelih hewan kurban adalah menyembelih sifat-sifat ketamakan, kerakusan, dan sekaligus kita menampakkan kepedulian kita bahwa bangsa Indonesia ini adalah bangsa yang besar,” tegasnya.

Di akhir pernyataannya, Amirsyah mengajak masyarakat mendorong semangat gotong royong dan mendoakan jemaah haji Indonesia yang tengah berada di Tanah Suci.

“Mari kita dorong terus kepekaan sosial kita, kepedulian sosial, dan kita doakan pemerintah Republik Indonesia secara bersama-sama dengan rakyat untuk saling bahu-membahu, tolong-menolong dalam rangka meningkatkan kebersamaan kita,” pungkasnya.​​​​​​​​​​​​​​​​

Adapun hasil Sidang Isbat menetapkan Idul Adha jatuh pada 27 Mei 2026 mendatang. Hasil ini sama dengan beberapa negara lainnya, termasuk Arab Saudi.