Mulfachri: Tak Ada Tawaran Posisi di PAN dari Zulhas, Saya Tak Tunggu itu

kumparanNEWSverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ketua Fraksi PAN Mulfachri Harahap Foto: Wandha Nur/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Ketua Fraksi PAN Mulfachri Harahap Foto: Wandha Nur/kumparan

Ketum PAN Zulkifli Hasan (Zulhas) telah usai menyusun struktur kepengurusan partai periode 2020-2025. Namun, mantan rival Zulhas saat kongres, Mulfachri Harahap mengaku tak mendapatkan tawaran posisi untuk dirinya atau pun pendukungnya dalam kepengurusan.

"Enggak (ada). Saya juga enggak menunggu itu, enggak ada komunikasi sama sekali," kata Mulfachri saat dihubungi, Rabu (11/3).

Mulfachri mengatakan sejak pelaksanaan kongres usai, dirinya tak pernah berkomunikasi dengan Wakil Ketua MPR itu. Dia pun menyebut tak mengutus siapa pun untuk menemui Zulkifli Hasan.

"Sejauh ini tidak ada komunikasi selesai kongres, saya tidak pernah komunikasi dengan dia. Jadi gimana caranya ngajak ngomong, saya tidak pernah kirim orang juga untuk bicara kepengurusan," ucap Mulfachri.

Diketahui saat kongres pemilihan Ketum PAN lalu, Mulfachri didukung oleh Ketua Dewan Kehormatan saat itu, Amien Rais. Amien berseberangan dengan Zulhas dan menilai hasil kongres tidak sah.

Ketua Dewan Kehormatan PAN Amien Rais saat Rapat Kerja Nasional PAN Tahun 2019 di Millennium Hotel, Jakarta Pusat, Sabtu (7/12). Foto: Irfan Adi Saputra/kumparan

Saat dikonfirmasi terpisah, Ketua DPW PAN Sulawesi Barat, Muhammad Asri Anas menuturkan, pasca kongres, Zulhas juga tak pernah mengajak Amien Rais untuk berdiskusi soal kepengurusan.

"Pasca kongres Pak Amien tidak pernah diajak bicara. Jadi ibarat pendiri rumah dikeluarkan dari rumah secara tidak terhormat. Pak Amien dan Mulfachri minggu ini memasukkan gugatan ke pengadilan, menggugat proses kongres yang tidak benar, sudah jauh dari semangat awal berdirinya PAN," kata dia.

Anas pun menganggap Zulhas memang ingin menyingkirkan Amien Rais setelah posisi Ketua Dewan Kehormatan diisi Soetrisno Bachir. Menurutnya, Zulhas menganggap Amien sebagai penghambat dalam internal partai.

"Pak Amien pendiri PAN, Pak Amien yang meletakkan sejagat reformasi di PAN. Zulkifli Hasan dan pendukung dari awal memang ingin menyingkirkan PAk Amien dari PAN sebab Pak Amien kadang dianggap penghambat," tutur Anas.

Kongres PAN berlangsung pada 10-12 Februari di Kendari Sulawesi Tenggara. Dalam kepengurusan baru, Zulhas kembali terpilih sebagai ketum mengalahkan Mulfachri.

kumparan post embed