Munarman soal Relawan FPI Diusir saat Bantu Korban Banjir: Saya Malas Berpolemik

kumparanNEWSverified-green

comment
3
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
FPI saat bantu korban banjir. Foto: FPI
zoom-in-whitePerbesar
FPI saat bantu korban banjir. Foto: FPI

Polisi terpaksa menghentikan para relawan yang menggunakan atribut FPI saat membantu korban banjir di Cipinang Melayu, Jakarta Timur. Mereka diminta tak menggunakan atribut FPI saat berkegiatan karena sudah dilarang oleh pemerintah.

Menanggapi hal itu, eks pengurus Front Pembela Islam yang kini berubah menjadi Front Persaudaraan Islam (FPI), Munarman mengatakan, dirinya tak mau lebih banyak berpolemik soal atribut dan pelarangan relawan membantu korban banjir.

"Saya malas benar berpolemik dengan kaum ruwaibidhah, maaf banget ya," kata Munarman saat dihubungi, Senin (22/2).

FPI saat bantu korban banjir. Foto: FPI

Ruwaibidhah dapat diartikan sebagai orang bodoh dan fasik yang kerap turut campur dalam urusan banyak orang.

Munarman lalu memberikan sejumlah foto relawan yang tengah menyiapkan berbagai bantuan untuk korban banjir. Dalam foto yang diberikan, tampak sejumlah relawan menggunakan kaus dengan logo berbeda dengan FPI lama yang sudah dilarang pemerintah.

FPI saat bantu korban banjir. Foto: FPI

Logo serupa ada di bagian dalam perahu karet. Tapi, di bagian luar perahu tetap bertuliskan FPI.

"Mohon maaf, kami Front Persaudaraan Islam lagi concern membantu bencana, jadi tidak melayani para ruwaibidhah," ujar dia.

FPI saat bantu korban banjir. Foto: FPI

Sebelumnya, Kapolsek Makasar Kompol Saiful Anwar mengatakan, pihaknya sudah memberikan penjelasan kepada para relawan agar menurunkan segala atribut FPI dalam melaksanakan kegiatan. Sebab, FPI sudah dilarang pemerintah.

kumparan post embed

“Silakan mereka ikut, semua boleh ikut tetapi tidak menggunakan atribut itu,” ujar Saiful.

“Sudah kita sampaikan ya kita imbau baik-baik kok agar benderanya, semuanya yang ada di situ kita suruh turunkan semuanya kita pakai baju biasa saja,” sambung Saiful.