Musim Tanam Padi, Petani Yogya Diminta Waspada Pencurian Mesin Traktor

Jelang musim tanam padi, petani di Kabupaten Bantul diminta selalu waspada menjaga traktor yang digunakan untuk membajak sawah. Pasalnya Polres Bantul baru saja membekuk sindikat pencuri mesin traktor lintas provinsi.
Kasat Reskrim Polres Bantul, AKP Riko Sanjaya, mengatakan tiga pencuri mesin traktor yang berhasil dibekuk ini memanfaatkan kelengahan petani yang meninggalkan traktor di sawah. Pada malam hari para pelaku ini sudah terlebih dahulu mensurvei lokasi.
“Malam hari sudah survei ambilnya dini hari. Karena mesin traktor berat, pekerjaan belum selesai ditinggal di ladang masing-masing oleh petani,” kata Riko di Polres Bantul, Senin (9/12).
Para pencuri ini merupakan residivis sehingga begitu profesional dalam melancarkan aksinya. Dengan berbekal sejumlah kunci pas, pelaku hanya butuh 30 menit untuk menggondol mesin traktor.
“Kalau dari pengakuan si pelaku driver menurunkan pukul 02.00 WIB dan 02.30 WIB jemput lagi. Cuma butuh waktu tiga menit,” ujar dia.
Kapolres Bantul, AKBP Wachyu Tribudi Sulistiyono, mengimbau petani untuk waspada jika meninggalkan traktor. Dia berharap dengan ditangkapnya sindikat pencuri traktor ini petani bisa lebih tenang lagi.
“Waspadai ini kan sudah mulai masa tanam, kalau tidak berhasil kita ringkus pasti meresahkan petani,” katanya.
Sebelumnya, Polres Bantul membekuk sindikat pencuri mesin traktor sawah jaringan antar provinsi. Sindikat tersebut mencuri mesin traktor-traktor yang ditinggal para petani di sawah. Tiga pencuri masing-masing Suradiyono (66) warga Depok Sleman, Suparman (41) warga Kalasan Sleman, dan Suyono (35) warga Pasarkliwon, Kota Surakarta, Jawa Tengah.
Wachyu mengatakan ketiga pelaku ditangkap usai mencuri dua buah mesin traktor di Kecamatan Sanden pada Kamis (5/12) dini hari. Mendapati informasi tersebut polisi melakukan pengejaran dan menangkap ketiganya di wilayah Kecamatan Giwangan, Kota Yogyakarta.
“Sering terjadi karena traktor petani ini ditinggal di persawahan. Karena pekerjaan belum selesai terus ditinggal,” kata Wachyu saat jumpa pers di Polres Bantul, Senin (9/12).
Dari pengejaran itu polisi harus menembak mobil yang digunakan pelaku. Tersangka Suparman juga sempat diberi timah panas polisi lantaran hendak melarikan diri.
