Mu’ti Bicara AI: Teknologi Penting, tapi Manusia yang Menentukan

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu'ti saat memberikan arahan bagi Peserta Magang Luar Negeri dan Guru SMK 2026 di Kantor Kemendikdasmen, Jakarta Pusat, Selasa (1/9/2026). Foto: Joakhim Tharob/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu'ti saat memberikan arahan bagi Peserta Magang Luar Negeri dan Guru SMK 2026 di Kantor Kemendikdasmen, Jakarta Pusat, Selasa (1/9/2026). Foto: Joakhim Tharob/kumparan

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti menilai perkembangan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) tidak serta-merta dapat menggantikan peran manusia.

Menurutnya, AI memang akan mengubah banyak aspek kehidupan, tetapi manusia tetap menjadi pihak yang menentukan bagaimana teknologi tersebut digunakan.

Hal itu disampaikan Mu’ti saat menghadiri Pelepasan Peserta Program Magang Luar Negeri Guru SMK 2026 di Kompleks Kemendikdasmen, Jakarta Pusat, Selasa (1/9).

"Teknologi sangat penting, bahkan sangat dibutuhkan untuk dunia masa depan. Tetapi di atas semua itu yang paling menentukan tetaplah manusia," kata Mu'ti.

Mu’ti kemudian mengutip salah satu buku yang kerap digunakannya untuk menjelaskan perkembangan AI. Menurutnya, buku tersebut menggambarkan bagaimana AI akan berkembang dan membuat dunia semakin bergantung pada teknologi tersebut.

“Dan di buku yang sering saya kutip itu, How AI Will Change Our World. Memang dijelaskan bagaimana hebatnya AI, bagaimana dunia akan sangat bergantung kepada AI,” ujarnya.

Ilustrasi menggunakan layanan kecerdasan buatan (AI). Foto: Summit Art Creations/Shutterstock

Namun, Mu’ti menilai kemampuan AI tetap memiliki batas. Dia mencontohkan AI yang dapat menjelaskan penyebab suatu penyakit hingga cara mengatasinya, tetapi tidak dapat menggantikan manusia dalam melakukan penelitian untuk menemukan solusi tersebut.

“Tapi ada quote yang sering saya sebut dari buku itu adalah AI bisa menjelaskan mengapa cancer itu terjadi, bagaimana mengatasinya. Tetapi AI tidak bisa melakukan riset bagaimana mengatasi cancer itu,” ucapnya.

“Dia hanya bisa menjelaskan dan bisa menarasikan, tapi dia sendiri tidak melakukan apa yang dia narasikan itu,” lanjut Mu’ti.

Karena itu, Mu’ti menekankan pentingnya posisi manusia di tengah perkembangan teknologi yang semakin pesat. Menurutnya, kemampuan manusia tetap menjadi faktor utama dalam menentukan arah pemanfaatan teknologi.

“Makanya di buku itu dijelaskan betapa AI yang memang akan mengubah banyak hal dalam kehidupan kita. Tapi manusia lah yang paling menentukan di atas semua capaian dan kemajuan teknologi yang ada sekarang ini,” pungkasnya.