Mu'ti Cek SMK 1 Cileungsi yang Atap Kelasnya Ambruk, Siapkan 3 Tenda Darurat
·waktu baca 2 menit

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke SMKN 1 Cileungsi, Kabupaten Bogor, pada Kamis (11/9), sehari setelah musibah robohnya atap ruang kelas di sekolah tersebut.
Pantauan kumparan di lokasi, pada salah satu gedung, atap yang roboh tampak ambruk di berbagai sisi. Sebagian hanya menyisakan rangka, sementara puing-puing pecahan atap berserakan di lantai. Selain itu, sejumlah plafon terlihat bolong-bolong akibat kerusakan.
Dalam sidaknya, Mu’ti meninjau langsung kondisi bangunan sekolah dari luar, termasuk beberapa ruang kelas yang terdampak ambruknya atap. Ia juga berbicara dengan pihak sekolah dan keluarga siswa terdampak, serta memastikan proses belajar mengajar tetap dapat berjalan.
“Ini sesuatu yang tidak kita kehendaki, dan kami juga menyampaikan belasungkawa pada anak-anak yang sempat tertimpa bangunan dan sekarang sudah dirawat. Nanti setelah ini saya coba membesuk mereka. Tapi ini adalah bagaimana kita memang harus memperhatikan kondisi sekolah kita sebagai tempat supaya anak-anak kita belajar dengan aman, dengan nyaman,” ucap Mu’ti.
“Karena konsep kami sekolah aman itu adalah salah satunya sekolah yang aman bencana. Bencana tidak harus selalu bencana alam. Tapi bencana seperti ini juga bencana kan. Dan karena itu maka ini kan di luar kemampuan Ibu Kepala Sekolah, semua sudah terjadi dan nanti kita akan perbaiki. Sudah ada lokasi anggarannya untuk tahun 2025 sehingga setelah ini, khususnya atap yang rusak ini bisa diperbaiki,” sambungnya.
Tak hanya itu, pihaknya juga telah mendirikan tiga tenda kelas darurat di lingkungan sekolah untuk digunakan sementara oleh siswa. Fasilitas itu disiapkan menyusul robohnya sejumlah kelas akibat musibah tersebut.
“Kalau yang sekarang untuk darurat kan ada 3 ya, ada 3 tenda untuk emergency, anak-anak belajar sementara. Nanti belajarnya secara bergantian, sebagian hybrid nanti kan secara bergantian di sini. Kemudian yang tentu saja ini (bangunan) kita perbaiki,” ungkap Mu’ti.
Sebelumnya, atap ruangan kelas di SMKN 1 Cileungsi, Kabupaten Bogor, tiba-tiba ambruk saat kegiatan belajar mengajar berlangsung, pada Rabu (10/9). Peristiwa itu terjadi pada pukul 10.00 WIB.
Akibat peristiwa tersebut, 31 korban mengalami luka-luka. Sebanyak 20 orang di Rumah Sakit Thamrin dan 5 orang di Rumah Sakit Merry sudah dinyatakan telah selesai penanganan dan diperbolehkan pulang.
Sementara 6 orang lainnya masih menerima perawatan di Rumah Sakit Thamrin.
