Mu'ti Dalami Kematian Siswa SMA di Garut: Penyebabnya Bukan MPLS
·waktu baca 1 menit

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti menegaskan bahwa kematian siswa SMA berusia 16 tahun di Garut, Jawa Barat, tidak ada kaitannya dengan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS).
“Itu bukan karena SPMB (Sistem Penerimaan Murid Baru) ya, dan kasusnya sedang didalami oleh KPAI,” ucapnya di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat pada Rabu (16/7).
“Jadi kasus di Garut itu sedang didalami oleh KPAI, tapi penyebabnya bukan karena MPLS. Saya tegaskan, penyebab kematian yang bersangkutan bukan karena MPLS,” tambah Mu’ti.
Ia mengatakan bahwa penyebab kematian remaja itu diakibatkan oleh hal lain. Namun, ia belum mau mengungkapkannya.
“Nanti itu beberapa akan diungkap ke publik. Dan mohon maaf kami tidak bisa menyampaikan hasil investigasinya kepada masyarakat luas, karena memang itu untuk kalangan terbatas saja,” tambah dia.
Sebelumnya, seorang remaja berusia 16 tahun ditemukan tewas diduga bunuh diri di Garut, Jawa Barat pada Senin (14/7). Kematiannya bertepatan dengan hari pertama tahun ajaran baru 2025-2026.
Bocah itu sebelumnya dilaporkan mendapatkan perundungan dari teman-temannya di sekolah karena melaporkan salah satu temannya menghisap vape di kelas. Kisahnya ini dibagikan oleh sang ibu di Instagram pribadinya dan viral kemudian.
