Mu'ti Soal Hemat Energi di Sekolah: Atur Pemakaian Listrik hingga Naik Transum
·waktu baca 2 menit

Presiden Prabowo Subianto menyampaikan arahan soal penghematan energi nasional sebagai imbas perang AS-Israel vs Iran yang mengganggu pasokan energi global. Penghematan salah satunya di sektor pendidikan.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu'ti, menyampaikan langkah-langkah hemat energi yang bisa dilakukan sekolah sesuai arahan tersebut.
"Saya kira hampir sama dengan tadi yang kita sampaikan ya bagaimana penggunaan listrik, penggunaan air dan juga membangun budaya yang lebih sehat," kata Mu'ti.
Hal itu disampaikan Mu'ti usai menggelar acara Halalbihalal Nasional di Kantor Kemendikdasmen, Senayan, Jakarta, Senin (30/3). Acara ini bertepatan dengan hari pertama masuk sekolah dan kerja pasca-libur Lebaran.
Sebagai bentuk dukungan terhadap budaya sehat dan efisiensi energi, Mu'ti mengimbau para peserta didik yang jarak rumahnya berdekatan dengan sekolah untuk mempertimbangkan berjalan kaki atau kembali membiasakan diri bersepeda. Menurutnya, tren bersepeda yang sempat marak saat pandemi COVID-19 sangat positif untuk diteruskan.
"Jadi misalnya kita imbau kalau yang rumahnya dekat dari sekolah ya kalau memang kira-kira aman dan nyaman saya kira tidak ada salahnya jalan kaki misalnya kan. Atau kembali kepada kebiasaan bersepeda," tuturnya.
"Selama masa COVID itu kan anak-anak terbiasa bersepeda. Kenapa kebiasaan yang tidak kita juga lanjutkan lagi? Itu kan sehat dan juga bisa hemat energi dan bersih lingkungan," tambah Mu'ti.
Naik Transum
Selain berjalan kaki dan bersepeda, Kemendikdasmen juga mendorong upaya untuk memaksimalkan penggunaan transportasi umum di kalangan pelajar. Mu'ti menyoroti kecenderungan siswa saat ini yang dinilai lebih memilih menggunakan sepeda motor pribadi dibandingkan angkutan massal.
Terkait hal tersebut, ia secara khusus memberikan tantangan kepada pemerintah daerah (Pemda) di seluruh Indonesia untuk turun tangan memfasilitasi kebutuhan transportasi para siswa agar lebih aman dan nyaman.
"Menurut saya kalau ada angkutan umum yang aman, yang nyaman bahkan mungkin menurut saya ini menjadi tantangan bagi pemerintah daerah di manapun untuk memperbaiki sarana transportasi umum sehingga anak-anak kita ini bisa berangkat ke sekolah dengan menggunakan transportasi umum," tegasnya.
