Mu'ti soal Prabowo Ingin Anak SD Kuasai Bahasa Korea-Prancis: Hanya Pengenalan

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Muti di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (14/8/2026). Foto: Farusma Okta Verdian/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Muti di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (14/8/2026). Foto: Farusma Okta Verdian/kumparan

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti menjelaskan maksud Presiden Prabowo Subianto terkait rencana pembelajaran bahasa asing di tingkat sekolah dasar (SD).

Mu’ti menegaskan, bahasa asing seperti Mandarin, Korea, hingga Prancis tidak serta-merta menjadi mata pelajaran khusus di SD, melainkan diperkenalkan kepada siswa.

“Jadi yang dimaksud itu bukan bahasa dalam pengertian sebagai mata pelajaran khusus ya, tapi lebih pada pengenalan bahasa asing gitu, khususnya untuk yang SD,” ujar Mu’ti di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (14/8).

Menurut Mu’ti, kebijakan tersebut berbeda dengan bahasa Inggris. Bahasa Inggris nantinya menjadi mata pelajaran wajib bagi siswa SD mulai kelas 3 pada 2027.

“Kalau yang bahasa Inggris kan memang nanti tahun 2027 bahasa Inggris sudah menjadi mata pelajaran wajib mulai kelas 3 SD. Yang bahasa Inggris,” tuturnya.

Sejumlah murid belajar di ruang kelas darurat di SDN 05 Batang Anai, Padang Pariaman, Sumatera Barat, Senin (20/4/2026). Foto: Fitra Yogi/ANTARA FOTO

Sementara itu, bahasa asing lainnya seperti Mandarin dan Arab tidak diposisikan sebagai mata pelajaran wajib. Mu’ti menyebut pengenalan bahasa-bahasa tersebut dapat dilakukan untuk memperluas wawasan siswa terhadap bahasa asing.

Mu’ti mengatakan pembelajaran bahasa asing selain bahasa Inggris sebenarnya telah diterapkan di sejumlah sekolah, terutama pada jenjang pendidikan yang lebih tinggi. Beberapa sekolah bahkan sudah mengajarkan bahasa Mandarin dan Korea kepada siswanya.

“Tapi untuk yang jenjang yang lebih tinggi, beberapa sekolah sudah melakukan itu. Beberapa sekolah kan sudah mengajarkan bahasa asing selain bahasa Inggris, juga ada bahasa Mandarin, bahasa Korea,” jelas Mu’ti.

Guru memberikan pengarahan kepada murid pada hari pertama masuk sekolah di SDN 11 Marunggi, Pariaman, Sumatera Barat. Foto: Iggoy El Fitra/Antarafoto

Selain itu, kata Mu’ti, terdapat sejumlah negara yang menawarkan dukungan berupa penyediaan tenaga pengajar untuk membantu pembelajaran bahasa asing di sekolah-sekolah Indonesia.

“Dan ada beberapa negara yang memang menawarkan untuk mereka menyediakan tenaga yang bisa membantu dalam pembelajaran bahasa asing sesuai dengan negaranya mereka masing-masing,” katanya.

Menurutnya, bahasa Inggris sudah menjadi bagian dari pembelajaran pada jenjang SMP dan SMA/SMK, bahkan menjadi salah satu mata ujian.

Namun, untuk jenjang SD, bahasa Inggris selama ini masih berstatus sebagai mata pelajaran pilihan. Pemerintah kemudian akan mengubah status tersebut sehingga bahasa Inggris menjadi mata pelajaran wajib mulai kelas 3 SD pada 2027.

“Tapi kalau yang SD kan selama ini masih pilihan. Nah, mulai tahun 2027 bahasa Inggris mulai kita ajarkan sebagai mata pelajaran wajib mulai kelas tiga,” pungkas dia.

Presiden Prabowo Subianto menyampaikan Pengantar atas RUU tentang APBN Tahun Anggaran 2027 beserta Nota Keuangan saat Sidang Paripurna Pembukaan Masa Persidangan I DPR Tahun Sidang 2026-2027 di Kompleks Parlemen, Jakarta, Jumat (14/8/2026). Foto: Asprilla Dwi Adha/ANTARA FOTO

Prabowo Sebut Bahasa Asing Mulai Diajarkan dari SD

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto mengatakan anak-anak sejak sekolah dasar (SD) harus mulai diajarkan bahasa asing.

Menurutnya, kemampuan berbahasa asing penting untuk meningkatkan daya saing generasi muda Indonesia di tengah kebutuhan tenaga kerja global.

Prabowo mengatakan pembelajaran bahasa asing nantinya menjadi bagian dari upaya pemerintah menghadirkan pendidikan terbaik bagi anak-anak Indonesia. Dia menilai anak-anak akan lebih cepat menguasai bahasa jika mulai belajar sejak usia dini.

“Pelajaran apa pun kita akan kumpulkan guru-guru terbaik, termasuk bahasa asing. Bahasa asing mutlak harus kita kuasai, kita akan mulai bahasa asing untuk anak-anak kita mulai dari SD,” ujar Prabowo saat Pidato Kenegaraan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (14/8).

Dia mengatakan pembelajaran tersebut bahkan akan dimulai sejak siswa duduk di kelas 1 SD. Pemerintah, kata Prabowo, akan mendorong anak-anak mempelajari sejumlah bahasa asing yang dianggap penting.

“SD kelas 1 mereka harus mulai bahasa asing, bahasa-bahasa yang paling penting. Bahasa Inggris, Bahasa Mandarin, Bahasa Arab, Bahasa-bahasa juga Jepang Korea, Bahasa Spanyol, Bahasa Prancis,” katanya.