Mu'ti Tegaskan Komitmen Indonesia sebagai Penggerak Pembangunan Berkelanjutan

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Mendikdasmen Abdul Mu'ti memberikan pidato di Sidang Umum UNESCO Uzbekistan, Senin (4/11/2025). Foto: Youtube/TVMU YOGYAKARTA
zoom-in-whitePerbesar
Mendikdasmen Abdul Mu'ti memberikan pidato di Sidang Umum UNESCO Uzbekistan, Senin (4/11/2025). Foto: Youtube/TVMU YOGYAKARTA

Mendikdasmen Abdul Mu'ti menegaskan komitmen Indonesia untuk terus melindungi dan memajukan keberagaman melalui program pelestarian berbasis masyarakat dan pendidikan warisan budaya. Ia percaya bahwa kebudayaan adalah jiwa kemanusiaan dan fondasi perdamaian.

Hal tersebut diungkapkan Mu'ti saat hadir dan berbicara di forum konferensi umum UNESCO ke-43 di Uzbekistan pada Selasa (4/11).

“Kami berkomitmen untuk terus melindungi dan memajukan keberagaman melalui program pelestarian berbasis masyarakat dan pendidikan warisan budaya. Kami juga berkomitmen menjadikan kebudayaan sebagai penggerak pembangunan berkelanjutan,” ungkap Mu'ti.

Mendikdasmen Abdul Mu'ti memberikan pidato di Sidang Umum UNESCO Uzbekistan, Senin (4/11/2025). Foto: Youtube/TVMU YOGYAKARTA

Selain itu, Mu'ti juga mengungkapkan komitmen Indonesia dalam mendukung pelestarian budaya berbasis masyarakat.

“Indonesia juga meyakini bahwa kebudayaan adalah jiwa kemanusiaan dan fondasi perdamaian. Kami berkomitmen untuk terus melindungi dan memajukan keberagaman melalui program pelestarian berbasis masyarakat dan pendidikan warisan budaya,” ujarnya.

Mu'ti juga dalam kesempatan itu mengatakan, di bidang pendidikan, Indonesia juga mendukung upaya UNESCO dalam penerapan etika kecerdasan buatan yang tetap berpihak pada manusia dan bermartabat.

“Indonesia terus mengembangkan kebijakan open science dan mendukung upaya UNESCO dalam penerapan etika kecerdasan artifisial agar transformasi digital tetap berpihak pada manusia dan menghormati martabatnya,” pungkasnya.

Pidato Mu'ti di UNESCO ini adalah pidato perdana dalam Bahasa Indonesia. Bahasa Indonesia menjadi salah satu bahasa resmi Sidang Umum PBB melalui Resolusi 42 C/28 yang disepakati pada 20 November 2023.