Mu'ti Tetap Lanjutkan TKA meski Nilai Matematika Siswa Jeblok: Arahan Presiden
·waktu baca 2 menit

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu'ti merespons soal hasil Tes Kemampuan Akademik (TKA). Menurutnya, nilai TKA ini akan segera diumumkan.
TKA adalah asesmen terstandar baru untuk mengukur capaian akademik siswa pada mata pelajaran tertentu sesuai kurikulum yang tahun ini baru diterapkan pada level SMA.
Mapel wajib TKA mencakup Bahasa Indonesia, Matematika, dan Bahasa Inggris. Sementara mata pelajaran pilihan terdiri atas sejumlah mata pelajaran lanjutan dari rumpun IPA maupun IPS.
"Nanti akan diumumkan, nanti akan ada pengumuman resmi hasil TKA. Ditunggu saja, ya," kata Mu'ti kepada wartawan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Kamis (27/11).
Nilai Matematika Jeblok
Menanggapi soal banyak nilai TKA Matematika siswa SMA yang jeblok, ia menyebut bukan masalah. TKA tetap akan dilanjutkan karena arahan Presiden Prabowo Subianto.
"Oh, iya tetap [akan dilanjutkan]. Kan, kemarin DPR juga sudah setuju dilanjutkan. Jadi tetap dan itu arahan Pak Presiden. Jadi tetap kita lanjutkan, tapi hasil resminya nanti kita sampaikan dalam taklimat media," kata Mu'ti.
Namun, Mu'ti enggan membeberkan alasan banyaknya nilai Matematika siswa yang jeblok. Ia menyebut banyak faktor yang mempengaruhi.
"Ah itu nanti-nanti. Banyak faktor, nanti kita bahas, ya," ucap dia.
Sekretaris Umum PP Muhammadiyah itu menuturkan pihaknya sudah melakukan evaluasi internal terkait banyak hal.
"Sudah, sudah kita lakukan. Sudah saya evaluasi internal menyangkut waktu, menyangkut soal, menyangkut banyak hal sudah kita evaluasi komprehensif," tandasnya.
Penyebab Buruknya Nilai Matematika
Sebelumnya Mu’ti sempat membeberkan penyebab buruknya nilai TKA Matematika mungkin berasal dari penggunaan buku atau metode mengajar guru. Pernyataan itu menuai reaksi dari sejumlah tenaga pendidik.
Namun, ia mengatakan pernyataannya adalah asumsi. Sehingga bisa saja tidak benar.
“Kan, saya pakai kata-kata mungkin. Mungkin itu bisa benar, bisa tidak. Ya mudah-mudahan saja tidak benar. Saya bilang mungkin karena bukunya, mungkin karena salah ajarnya. Silakan, kita semua melakukan evaluasi aja,” jelasnya.
Mu’ti belum bersedia membeberkan angka rata-rata nilai TKA. Ia menyebut, hasil akhir akan disampaikan pada saat taklimat dan tidak akan dipublikasikan secara terbuka.
