Nadiem Anggarkan Rp 1,49 Triliun untuk Digitalisasi Sekolah

kumparanNEWSverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Mendikbud Nadiem Makarim saat rapat kerja bersama Komisi X DPR di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Kamis (27/8). Foto: Puspa Perwitasari/ANTARA FOTO
zoom-in-whitePerbesar
Mendikbud Nadiem Makarim saat rapat kerja bersama Komisi X DPR di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Kamis (27/8). Foto: Puspa Perwitasari/ANTARA FOTO

Mendikbud Nadiem Makarim mengikuti rapat bersama Komisi X DPR RI, Kamis (3/9). Dalam rapat tersebut, Nadiem memaparkan, pihaknya telah menganggarkan Rp 1,49 triliun untuk program digitalisasi sekolah.

"Ini digitalisasi sekolah, program kita, kemerdekaan untuk bisa di mana pun, di daerah manapun bisa mendapatkan akses data dan pelayanan digital. Jadi program ini ada macam-macam, ada program yang berjalan terus seperti penguatan platform," jelas Nadiem di Gedung DPR RI, Jakarta, Kamis (3/9).

Presentasi Kemendikbud di Komisi X DPR RI Foto: Kemendikbud RI

Dalam program tersebut, ada empat poin utama. Yaitu, penguatan platform digital sebesar Rp 109,85 miliar, bahan belajar dan model media pendidikan digital sebesar Rp 74,02 miliar, konten pembelajaran di program TVRI sebesar Rp 132 miliar, dan penyediaan sarana pendidikan (peralatan TIK) sebesar Rp 1.175,65 miliar.

Nadiem berharap, model pendidikan ini bisa membuat kurikulum yang tadinya offline, bisa diakses secara online dan lebih interaktif. Selain itu, untuk pembelajaran di TVRI, menurutnya, awalnya Kemendikbud tidak menjadikannya sebagai salah satu program utama, namun rupanya respons masyarakat sangat baik.

Mendikbud Nadiem Makarim saat rapat kerja bersama Komisi X DPR di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Kamis (27/8). Foto: Puspa Perwitasari/ANTARA FOTO

"Karena respons yang baik, kita akan lakukan ini sebagai suplemen baik kurikulum dan non-kurikulum dan akan kita tingkatkan," tegasnya.

Dalam konsep digitalisasi sekolah, kata Nadiem, anggaran terbesar adalah untuk menyediakan fasilitas TIK bagi guru dan murid. Jika hal ini sudah dilakukan, ia optimistis, tujuan digitalisasi sekolah bisa terlaksana.

kumparan post embed

"Kemerdekaan bagi sekolah untuk mengakses info yang sama, untuk menutup kesenjangan antara yang punya dana dan tidak, meningkatkan akses kolaborasi dengan guru-guru lain, lembaga kursus dan pelatihan lain, dengan berbagai macam organisasi pun," jelas Nadiem.

"Ini memberikan kemerdekaan bagi anak-anak kita. Kenapa merdeka belajar? Ini memberikan kemerdekaan agar anak-anak kita merdeka belajar dari berbagai macam source dan kanal," pungkasnya.

***

Simak panduan lengkap corona di Pusat Informasi Corona

embed from external kumparan