Nadiem Genjot Digitalisasi Sekolah, Beli Ratusan Ribu Laptop Produk Dalam Negeri
·waktu baca 2 menit

Kemendikbudristek tengah merealisasikan program digitalisasi sekolah. Program ini diperuntukkan untuk jenjang PAUD, SD, SMP, dan SMA.
Mendikbudristek Nadiem Anwar Makarim mengatakan produk dalam negeri akan digunakan dalam menjalankan program tersebut.
Ia menambahkan sebanyak 190.000 laptop akan dikirimkan ke 12 ribu sekolah. Pembelanjaan barang itu dari anggaran Rp 1,3 triliun.
"Sebanyak 100 persen anggaran itu akan dibelanjakan untuk laptop produk dalam negeri (PDN) dengan sertifikat tingkat komponen dalam negeri," ujar Nadiem dalam jumpa pers Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri pada Sektor Pendidikan, dikutip dari Antara, Kamis (22/7). Hadir dalam acara itu Menko Marves Luhut Pandjaitan.
Selain itu, lanjut Nadiem, pemerintah juga menganggarkan Rp 2,4 triliun untuk Dana Alokasi Khusus (DAK) 2021 di tingkat provinsi, kabupaten, dan kota. Anggaran itu digunakan untuk membeli 240 ribu laptop.
“Pemanfaatan PDN ini memberikan dampak luar biasa bagi kemajuan kita dan peningkatan hilirisasi dari temuan riset perguruan tinggi,” imbuhnya.
Nadiem menjelaskan pada masa pandemi, inovasi dilakukan di berbagai SMK dan perguruan tinggi. Terkait program pendidikan vokasi, Kemendikbudristek meluncurkan SMK Pusat Keunggulan dan Kampus Merdeka Vokasi.
Selain itu, mahasiswa dan dosen di seluruh Indonesia turut mengembangkan kapasitas melalui program Kampus Merdeka.
Dengan demikian, pihaknya tidak hanya melakukan penganggaran untuk pengadaan produk dalam negeri, tetapi juga menyediakan ekosistem kebijakan untuk memastikan sekolah-sekolah terlibat dalam proses modernisasi industri dan teknologi Indonesia.
Saat ini beberapa perguruan tinggi juga sudah mengembangkan produk laptop dalam negeri, seperti yang dilakukan ITB, ITS dan UGM. Kampus-kampus tersebut membentuk konsorsium yang menjalin kerja sama dengan industri TIK dalam negeri untuk memproduksi laptop Merah Putih.
