NasDem Dukung Soeharto Diberi Gelar Pahlawan Nasional: Tak Ada Pemimpin Sempurna
·waktu baca 2 menit

Ketua Fraksi Partai NasDem DPR RI, Viktor Bungtilu Laiskodat, menyatakan dukungannya terhadap usulan dan rencana pemberian gelar pahlawan nasional kepada Presiden ke-2 RI, Soeharto.
Menurut Viktor, penilaian terhadap tokoh bangsa semestinya dilakukan secara arif dengan mempertimbangkan jejak pengabdian dan kontribusinya terhadap pembangunan nasional.
“Bangsa yang besar adalah bangsa yang arif menghargai pengabdian dan kontribusi tokoh terhadap bangsa dan negara. Setiap era memiliki tantangan dan keputusan besar yang diambil demi keberlangsungan negara," kata Viktor kepada wartawan, Selasa (28/10).
"Dalam konteks itu, kita perlu menilai secara objektif peran Presiden Soeharto dalam membangun fondasi ekonomi dan menjaga stabilitas nasional,” tambah dia.
Ia menilai, memang ada kekurangan dalam kepemimpinan Soeharto. Meski begitu, Indonesia juga mengalami sejumlah kemajuan signifikan di sektor ekonomi, infrastruktur, dan pendidikan.
“Tidak ada pemimpin yang sempurna. Setiap masa memiliki kelebihan dan kekurangannya. Yang penting adalah bagaimana kita mengambil pelajaran dari masa lalu untuk memperkuat nilai-nilai demokrasi, keadilan, dan kemanusiaan hari ini,” ucap Viktor.
Fraksi NasDem, lanjutnya, mendukung langkah pemerintah dan Dewan Gelar, Tanda Jasa, dan Tanda Kehormatan untuk menganugerahkan gelar pahlawan nasional kepada Soeharto.
“Penetapan gelar pahlawan harus melalui pertimbangan komprehensif, bukan hanya dari sisi politik, tetapi juga moral, historis, dan kontribusi nyata terhadap bangsa,” kata Viktor.
Ia berharap, proses ini bisa menjadi momentum bagi bangsa Indonesia untuk memperkuat rekonsiliasi sejarah serta menumbuhkan semangat kebangsaan yang inklusif.
“Kita perlu memandang masa lalu sebagai cermin. Dari sana, kita bisa melangkah dengan lebih dewasa dalam membangun masa depan,” pungkasnya.
Kemensos telah menyerahkan daftar 40 nama calon pahlawan nasional tahun 2025 kepada Kementerian Kebudayaan (Kemenbud).
Dari puluhan nama yang diusulkan, terdapat beberapa tokoh nasional seperti Soeharto, Presiden ke-4 RI Abdurrahman Wahid (Gus Dur), hingga aktivis buruh Marsinah.
Menteri Sosial Saifullah Yusuf mengatakan, pengusulan nama-nama tersebut merupakan hasil kajian panjang tim penelitian dan pengkajian gelar pahlawan tingkat pusat yang melibatkan berbagai daerah.
Seluruh nama tersebut telah disetujui oleh masing-masing gubernur sebelum dibawa ke tingkat pusat.
