NasDem soal Bertemu PAN: Sudah Ketemu Zulhas, Tinggal Cari Hari Baik

Partai NasDem berencana melanjutkan safari politiknya dengan bertemu PAN. Sekjen NasDem Johnny G Plate mengaku sudah bertemu dengan Ketum PAN Zulkifli Hasan (Zulhas) membicarakan rencana tersebut.
"Jadwalnya belum. Saya baru saja ketemu ketua umum PAN di dalam, berdiskusi, dan tentunya kita akan cari (waktunya)," kata Plate usai menghadiri pelantikan Kapolri Jenderal Idham Azis di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Jumat (1/11).
Dia mengaku kini wacana pertemuan NasDem dan PAN tinggal menunggu waktu. Kedua belah pihak akan menentukan hari baik untuk bertemu.
"Di Indonesia ini kan perlu ada waktu baik, hari baik namanya. Nah kita carikan hari baik," lanjutnya.
Plate menegaskan NasDem berkomitmen membangun komunikasi dengan semua partai politik, termasuk oposisi. Menurutnya, perlu dibangun kerja sama yang baik memastikan hubungan antara partai baik agar negara berjalan dengan baik.
"Kan di Indonesia ini sistemnya tidak ada itu oposisi. Kita jangan mengukur relasi politik ini seperti dengan cara berpikir parlementer, kita presidential sistem, jadi relasinya antara lembaga negara," jelasnya.
Menteri Komunikasi dan Informasi itu berharap agar parlemen kritis dan konstruktif. Sehingga, terbangun sinergi politik yang dapat membantu membangun bangsa dan negara.
"Kami ada di parlemen bersama rekan-rekan yang partai politik yang tidak ada di kabinet yang ada di parlemen. Kami inginkan membangun sinergi politik untuk mengantar kabinet dan mengantar pembangunan negara, pembangunan bangsa kita setahap lebih baik ke depan," ujarnya.
Plate memastikan pertemuan NasDem dengan PAN tidak akan membicarakan soal koalisi di Pemilu 2024. Ia menyebut, situasi yang terjadi nanti di 2024 masih dinamis dan cair.
"Sama sekali tidak ada. Jangankan 2024, 2020 aja tidak ada berbicara. Karena apa? Karena itu dinamis dan cair," pungkasnya.
Sebelumnya, Ketum NasDem Surya Paloh menemui elite PKS berlangsung di kantor DPP PKS, Jalan TB Simatupang, Jakarta Selatan, Rabu (30/10). Pertemuan itu turut disoroti karena dikhawatirkan akan merusak koalisi Jokowi-Ma'ruf.
