Nenek Juarsih Minta Tolong Dicarikan Saudaranya di Sumedang

kumparanNEWSverified-green

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Acih Juarsih (80), warga Cipinang. (Foto: Aria Pradana/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Acih Juarsih (80), warga Cipinang. (Foto: Aria Pradana/kumparan)

Acih Juarsih (80) terbaring lumpuh di rumahnya di Cipinang Melayu, Jaktim. Saat banjir datang, Juarsih pun tak kemana-mana, dia hanya berdiam di lantai dua rumahnya.

Putri bungsunya, Lies (37) merawat dan menjaganya sudah beberapa tahun ini. Ditemui kumparan pada Rabu (22/2), Lies menuturkan, ibunya dahulu jatuh dan kemudian menjadi lumpuh. Sudah lebih dari tiga tahun ini hanya di kasur saja.

"Jadi, bukannya tidak mau diungsikan tapi memang kondisinya yang tidak dapat dipindahkan," jelas Lies.

Kegembiraan datang bagi Juarsih ketika ada yang menjenguk dan membacakan Al Quran, salah satunya Ustaz Yusuf Mansur yang membacakan Al Fatihah untuk Juarsih.

"Ibu dari dulu memang pengen ketemu Ustaz," jelas Lies.

Pagi tadi Yusuf Mansur datang melihat korban banjir. Lies dan kerabatnya kemudian membawa Yusuf Mansur ke rumahnya.

Lies juga bercerita, satu keinginan ibunya adalah bertemu dengan saudaranya di Sumedang. Saudaranya itu sudah lama terpisah dan tak pernah bertemu lagi.

"Ingin ketemu adik kandung paling bontot bernama Yayat, daerah Sumedang. Sampai sekarang belum ada komunikasi, hilang kontak. Dulu adiknya kerja di Pasar Sumedang," beber Lies.

Acih Juarsih, tetap bertahan saat banjir. (Foto: Aria Pradana/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Acih Juarsih, tetap bertahan saat banjir. (Foto: Aria Pradana/kumparan)