News
·
27 Desember 2019 15:46

Neno di Aksi Uighur: Kebiadaban Disembunyikan, tapi Bau Busuk Merebak

Konten ini diproduksi oleh kumparan
Neno di Aksi Uighur: Kebiadaban Disembunyikan, tapi Bau Busuk Merebak (560986)
Perwakilan warga uighur saat berorasi di depan Kedutaan Besar China, Jakarta, Jumat (27/12). Foto: Fanny Kusumawardhani/kumparan
Sejumlah massa menggelar aksi solidaritas untuk Muslim Uighur di depan Kedutaan Besar (Kedubes) China di Kuningan, Jakarta. Beberapa tokoh yang tampak hadir seperti Ketua Persaudaraan Alumni (PA) 212 Slamet Maarif hingga Neno Warisman.
ADVERTISEMENT
Dari atas mobil komando, Neno Warisman mengungkapkan betapa mirisnya keadaan Muslim Uighur di China, yang diduga mendapatkan pelanggaran HAM dan perilaku intimidatif dari pemerintah setempat.
Menurut Neno, kebusukan yang disembunyikan China nyatanya tetap akan terkuak ke dunia.
Neno di Aksi Uighur: Kebiadaban Disembunyikan, tapi Bau Busuk Merebak (560987)
Suasana saat massa aksi berdemonstrasi di depan Kedutaan Besar Republik Rakyat China, Jakarta, Jumat (27/12). Foto: Fanny Kusumawardhani/kumparan
"Wahai saudara, apa yang harus kami katakan jika kini segenap jaringan yang dukung kalian bungkam atas nasib kami di belahan negeri ini. Angin mencatat, telah jutaan orang yang menanggungkan kekejaman, kebiadaban, di kans-kans penjajahan dan penindasan," kata Neno di depan Kedubes China, Kuningan, Jakarta, Jumat (27/12).
"Yang tidak mungkin dan tidak sanggup kita bayangkan. Meski kebiadaban itu kalian coba sembunyikan, namun bau busuknya merebak dan dunia membuka layar besarnya," lanjutnya.
Ia mengaku tak menyoal dengan pihak-pihak yang enggan membela Muslim Uighur. Neno menegaskan pemerintah China harus menghentikan kezaliman mereka terhadap para Muslim di sana.
Neno di Aksi Uighur: Kebiadaban Disembunyikan, tapi Bau Busuk Merebak (560988)
Sejumlah massa berkumpul saat berdemonstrasi di depan Kedutaan Besar Republik Rakyat China, Jakarta, Jumat (27/12). Foto: Fanny Kusumawardhani/kumparan
"Jika ada di antara kalian tak mau ikut menyuarakan penderitaan ini tak apa-apa. Urusan kalian dengan Tuhan, tapi kalau kalian lakukan hal yang sama pada kaum-kaum yang lain. Ini hendak kami katakan hentikanlah," tuturnya.
ADVERTISEMENT
Neno mengungkapkan mereka bersama dengan seluruh Muslim Uighur. Meski berbeda negara, tetapi ia akan selalu hormat dan berdiri untuk dengan saudara-saudara di sana.
"Kami akan tetap berdiri di sini menyuarakan penderitaan kami. Meski kalian padamkan cahaya, kalian enggak akan pernah padamkan. Allahu akbar," tutup Neno.
Sampai berita diturunkan, hujan deras melanda lokasi aksi. Namun, sejumlah peserta tetap bertahan untuk menyuarakan suara mereka.
----------
Ayo ikutan Harbolnas kumparan dan menangkan Umroh, iPhone 11, Motor Yamaha NMax, diskon 100% hanya untuk pembaca kumparan. Tertarik? buruan daftar di kum.pr/harbolnaskumparan