Neraca Perdagangan April 2017 Surplus Rp 16,49 Triliun

kumparanNEWSverified-green

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Ilustrasi aktivitas bongkar muat. (Foto: Dok. priokport.co.id)
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi aktivitas bongkar muat. (Foto: Dok. priokport.co.id)

Neraca perdagangan Indonesia kembali mencatatkan tren positif. Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan neraca perdagangan selama April 2017 mengalami surplus 1,24 miliar dolar AS atau sekitar Rp 16,49 triliun (kurs 13.300).

Meskipun kinerja ekspor RI pada April 2017 mengalami penurunan 10,3 persen month to month (mtm) menjadi 13,17 miliar dolar AS, kinerja perdagangan tetap surplus karena impor juga turun 10,2 persen (mtm) menjadi 11,93 miliar dolar AS.

Baca juga: Defisit Transaksi Berjalan Indonesia Capai 2,4 Miliar Dolar AS

Kepala BPS Kecuk Suhariyanto mengatakan tren kinerja ekspor pada periode April memang selalu lebih kecil dari bulan sebelumnya. Kondisi tersebut sudah terjadi sejak 2012.

"Sejak April 2012, nilai ekspor April selalu lebih kecil dibanding Maret. Pada April 2016 ekspor 11,69 miliar dolar AS, lebih kecil dibanding Maret 2016 sebesar 11,81 miliar dolar AS. Jadi ini pattern yang biasa," ujar Suhariyanto dalam konferensi pers di Gedung BPS, Jakarta, Senin (15/5).

Dengan demikian, total eskpor dan impor pada periode Januari-April tercatat mencapai 53,86 miliar dolar AS dan 48,53 miliar dolar AS. Sehingga surplus total surplus neraca perdagangan Januari-April mencapai 5,33 miliar dolar AS.

Baca juga: Neraca Perdagangan Maret 2017 Surplus 1,23 Miliar Dolar AS

Menurut Suhariyanto, surplus neraca perdagangan bulanan Januari hingga April 2017 dibanding periode yang sama tahun lalu juga lebih tinggi.

"Kami harap bulan-bulan berikutnya suprlus ini akan lebih bagus lagi sehingga neraca perdagangan akan pengaruhi kirnerja perkenomian," katanya.