Ngabalin: Belum Ada Informasi soal Reshuffle Kabinet

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Tenaga Ahli Utama KSP,  Ali Mochtar Ngabalin. Foto: Dok. Pribadi
zoom-in-whitePerbesar
Tenaga Ahli Utama KSP, Ali Mochtar Ngabalin. Foto: Dok. Pribadi

Wacana reshuffle kabinet semakin menguat usai bergabungnya Partai Amanat Nasional (PAN) ke koalisi pemerintahan. Bahkan, sudah ada beberapa proyeksi pos kementerian yang potensial diisi oleh kader PAN.

Namun, hingga kini rencana reshuffle kabinet belum kunjung terlihat hilalnya. Istana juga mengkonfirmasi belum ada informasi perihal reshuffle kabinet oleh Presiden Jokowi.

"Belum ada informasi soal reshuffle kabinet," ujar Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden (KSP), Ali Mochtar Ngabalin, saat dimintai tanggapan, Rabu (1/9).

Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan menghadiri Rakernas PAN. Foto: Dok. PAN

Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan (Zulhas) sebelumnya mengaku tak ada pembahasan kabinet saat pertemuan Presiden Jokowi dengan para pimpinan parpol koalisi di Istana Negara, 25 Agustus lalu.

Kendati demikian, Zulhas mengatakan, kader PAN siap ditempatkan di mana pun jika diberi kesempatan untuk membantu Jokowi.

"PAN ini di mana pun kalau ditugaskan siap saja," kata Zulhas di sela-sela Rakernas PAN di Jakarta, Selasa (31/8).

kumparan post embed

Reshuffle Kabinet Dinilai Belum Perlu

Sementara parpol koalisi Jokowi lainnya telah ikut bersuara. Ketua DPP Golkar Ace Hasan Syadzily menyebut pembahasan kursi kabinet tak penting dalam kondisi saat ini

"Saya kira soal kursi kabinet dan lain-lain saya kira itu tidak menjadi agenda yang penting untuk dibahas ya. Kenapa? Karena yang dibutuhkan saat ini kan adalah kekompakan semua elemen bangsa untuk menyelesaikan berbagai persoalan-persoalan, apalagi di tengah pandemi COVID-19 sekarang ini," kata Ace.

Senada dengan Ace, Wakil Ketua Umum PKB Jazilul Fawaid juga menyebut terlalu dini jika menyinggung reshuffle kabinet pascabergabungnya PAN.

"Ini terlalu dini (reshuffle) belum tentu. Kita tunggu saja apa yang akan diambil atau tindak lanjut dari pertemuan sore kemarin. Pertemuan itu menurut saya lebih kepada pertemuan yang sesungguhnya lama tidak dilakukan parpol koalisi, giliran bertemu kita punya teman baru (PAN),” kata Gus Jazil, Kamis (26/8).