Nikahi Rakyat Jelata, Putri Ayako dari Jepang Lepaskan Gelar Kerajaan

kumparanNEWSverified-green

clock
google
Tambah ke Prefensi Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
2
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Pernikahan Putri Ayako di Jepang dengan seorang warga biasa. (Foto: REUTERS/KYODO)
zoom-in-whitePerbesar
Pernikahan Putri Ayako di Jepang dengan seorang warga biasa. (Foto: REUTERS/KYODO)

Putri Ayako dari Jepang resmi dinikahi pria dari kalangan jelata, Kei Moriya, pada Senin (29/10). Dengan pernikahan ini, Putri Ayako resmi melepaskan status keluarga kerajaan yang disandangnya.

Pernikahan Putri Ayako dan Kei Moriya dilangsungkan lewat upacara tradisional Jepang yang digelar di kuil Meji Tokyo.

Pernikahan Putri Ayako di Jepang dengan seorang warga biasa. (Foto: REUTERS/KYODO)
zoom-in-whitePerbesar
Pernikahan Putri Ayako di Jepang dengan seorang warga biasa. (Foto: REUTERS/KYODO)

"Pernikahan ini membuat saya dipenuhi kegembiraan karena kami banyak dikunjungi tamu dan mereka memberi kami selamat," sebut Putri Ayako seperti dikutip dari Reuters, Senin (29/10).

Kerajaan Jepang selama tiga generasi terakhir memberikan kebebasan kepada anggota keluarganya untuk memilih pendamping hidup.

Kaisar Akihito adalah orang pertama yang melakukan hal itu. Ia menikahi seorang yang ditemuinya di lapangan tenis yang akhirnya menjadi Permaisuri Michiko.

Sementara anaknya, Putri Ayako (28) menikahi seorang pegawai perusahaan kapal Nippon Yusen, Kei Moriya. Setelah resmi menikah Putri Ayako akan mengganti nama menjadi Ayako Moriya.

Pernikahan Putri Ayako di Jepang dengan seorang warga biasa. (Foto: REUTERS/KYODO)
zoom-in-whitePerbesar
Pernikahan Putri Ayako di Jepang dengan seorang warga biasa. (Foto: REUTERS/KYODO)