Novel Baswedan Bela Bintang Emon: Semoga Pelaku Penyerangan Sadar

Penyidik senior KPK Novel Baswedan angkat suara mengenai sosok Bintang Emon. Komika itu sebelumnya menyampaikan kritik yang dibungkus komedi atas tuntutan 1 tahun penjara terhadap pelaku kasus penyiraman air keras.
Atas kritikannya tersebut, pria bernama asli Gusti Muhammad Abdurrahman Bintang Mahaputra itu sempat mendapat serangan di media sosial.
Novel menyatakan prihatin terhadap serangan yang menimpa Bintang Emon. Padahal, kata Novel, kritik yang disampaikan Bintang Emon menggambarkan bentuk wajah hukum Indonesia yang sebenarnya yakni buruk sekaligus lucu.
"Saya prihatin karena Bintang Emon seorang anak muda yang menyampaikan kritik sosial, menyuarakan kritik adanya suatu ketidakadilan atas suatu proses hukum yang dilakukan terhadap pelaku penyerangan atas diri saya," ujar Novel dalam keterangannya, Selasa (16/6).
"Proses itu nampak sekali keterlaluan, nampak sekali mempertontonkan wajah hukum yang buruk dan lucu. Sehingga saya melihat kritik sosial yang disampaikan sudah pada tempatnya," lanjutnya.
Ia pun berharap Bintang Emon tak gentar menghadapi serangan tersebut.
"Saya berharap semoga Bintang Emon semakin kuat, semakin matang, dan semakin dicintai masyarakat. Dan pelaku penyerangan semoga sadar bahwa apa yang dilakukan itu keburukan dan berhenti membela orang-orang yang zalim," ucap Novel.
Adapun sebelumnya, kedua penyerang Novel, Rahmat Kadir dan Ronny Bugis, telah dituntut masing-masing 1 tahun penjara atas perbuatannya. Keduanya juga telah menyampaikan nota pembelaan atas tuntutan tersebut.
Salah satu penyerang Novel, Rahmat Kadir, menegaskan penyiraman air keras terhadap penyidik senior KPK itu merupakan inisiatifnya pribadi. Ia menampik dugaan penyerangan tersebut merupakan perintah seseorang tertentu.
Meski demikian, Novel tak yakin keduanya merupakan pelaku sesungguhnya. Novel bahkan meminta keduanya agar dibebaskan.
***
(Simak panduan lengkap corona di Pusat Informasi Corona)
***
Saksikan video menarik di bawah ini:
