Nurhadi, Polisi yang Kehilangan Matanya Akibat Bom Gereja Santa Maria

kumparanNEWSverified-green

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Situasi di Gereja Katolik Santa Maria Tak Bercela. (Foto: Jamal Ramadhan/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Situasi di Gereja Katolik Santa Maria Tak Bercela. (Foto: Jamal Ramadhan/kumparan)

Nasib nahas harus menimpa Ipda Ahmad Nurhadi, anggota Polri yang menjadi korban bom Gereja Santa Maria Tak Bercela. Nurhadi harus menerima kenyataan pahit kehilangan bola matanya sebelah kiri akibat ledakan bom bunuh diri yang dilakukan pada Minggu (13/5).

Kapolda Irjen Machmud Arifin mengatakan, Ahmad saat ini sedang menjalani perawatan intensif di RS dr. Sutomo, Surabaya.

"Satu anggota yang agak parah anggota saya di RS dr Sutomo, kita serahkan ke dr Sutomo perawatan agar lebih baik lagi. Ini matanya hilang satu, mudah-mudahan satu bisa berfungsi kembali," kata Irjen Machmud di Mapolda Jatim, Surabaya, Selasa (15/5).

Tak hanya itu, Polri juga memberikan kenaikan pangkat satu tingkat kepada Ahmad Nurhadi dan Junaedi menjadi Aiptu. Keduanya merupakan anggota Polri yang sedang berjaga di Gereja Santa Maria Tak Bercela pada saat kejadian.

Irjen Machmud berharap anggota yang lain juga bisa mendapat kenaikan pangkat.

Pengamanan ledakan bom di Surabaya. (Foto: AFP/JUNI KRISWANTO)
zoom-in-whitePerbesar
Pengamanan ledakan bom di Surabaya. (Foto: AFP/JUNI KRISWANTO)

"Syukur alhamdulillah Pak Kapolri memberikan penghargaan kenaikan pangkat luar biasa, sudah turun bagi dua anggota. Mudah-mudahan menyusul bagi anggota yang dari Polrestabes," tuturnya.

"Kita sudah ajukan kepada Bapak Kapolri mudah-mudahan nanti dapat penghargaan," imbuhnya.

Sementara itu, Karo SDM Polda Jatim Kombes Ichsan Amin mengatakan, pihaknya akan melakukan pendampingan terhadap korban dan keluarga korban demi pemulihan kondisi psikologi dan trauma.

Ada pun tindakan yang dilakukan adalah relaksasi progresif untuk mencegah stres akut, seperti gangguan dan mimpi buruk. .

"Mengurangi risiko ganguan psikis seperti PTSD (post traumatic stress disorder).Pertolongan pertama psikologis trauma, diharapkan dapat reduksi aman nyaman dan tenang," pungkasnya.