Nurhayati Masih Hidup saat Ditemukan Sekuriti Apartemen Green Pramuka

kumparanNEWSverified-green

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Sejumlah kendaraan parkir di  Apartemen Green Pramuka, Jakarta Pusat. (Foto: Fachrul Irwinsyah/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Sejumlah kendaraan parkir di Apartemen Green Pramuka, Jakarta Pusat. (Foto: Fachrul Irwinsyah/kumparan)

Penyebab kematian Nurhayati di lorong lantai 16 Tower Chrysant Apartemen Green Pramuka masih tanda tanya. Kapolsek Cempaka Putih Kompol Rosiana mengatakan Nurhayati pertama kali ditemukan oleh sekuriti apartemen. Saat itu, kondisi Nurhayati masih bernafas.

“Kami polisi mendatangi lokasi kejadian ternyata korban sudah dibawa ke RSUD Cempaka Putih masih dalam keadaan hidup, sampai di RSUD meninggal. Kemudian kita rujuk ke Cipto (RSCM) kita minta divisum terus dilakukan autopsi,” kata Rosiana saat dihubungi kumparan, Minggu (6/1).

Rosiana menjelaskan, sebelumnya polisi mendapatkan laporan dari warga terkait adanya penganiayaan di tower tersebut. Peristiwa itu terjadi di lorong apartemen.

“Itu kejadian kemarin tanggal 5 Januari 2019, kira-kira pukul 18.25 WIB. Kita menerima telepon dari warga bahwa terjadi penganiayaan di Apartemen Green Pramuka Tower Chrysant lantai 16, itu terjadinya di lorong bukan di dalam kamar,” kata Rosiana menjelaskan.

Rosiana memastikan saat ini pihaknya masih mendalami kasus tersebut. Polisi juga sudah memeriksa sejumlah saksi terkait peristiwa tersebut.

“Terus kalau untuk sekarang kita belum bisa menyebut pelakunya siapa, kami masih menyelidiki. Motifnya juga belum ketahuan,” kata Rosiana.