Nursela Kehilangan Suami-Anak dalam Kecelakaan Maut Tamu Kawinan di Indramayu

kumparanNEWSverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Nursela dan Taufik Hidayat warga yang selamat dari peristiwa maut di Pantura Indramayu, Senin (13/7/2026). Foto: kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Nursela dan Taufik Hidayat warga yang selamat dari peristiwa maut di Pantura Indramayu, Senin (13/7/2026). Foto: kumparan

Suasana duka menyelimuti rumah Nursela (32). Ia harus kehilangan suami dan anaknya yang meninggal dalam kecelakaan maut rombongan tamu pernikahan di Jalur Pantura, Desa Kiajaran Kulon, Kecamatan Lohbener, Kabupaten Indramayu, Minggu (12/7).

Nursela hanya bisa terduduk lemas dengan tatapan kosong di ruang tamunya. Ia masih diliputi rasa tidak percaya setelah suami tercinta, Warkidi (34), dan anak bungsunya, Atsal Albara (3), meninggal dunia dalam kecelakaan maut tersebut.

Dengan suara lirih dan terbata-bata, Nursela menceritakan kronologi keberangkatan suaminya. Ia mengatakan, seorang warga bernama Sanerah (46) menyewa mobil milik suaminya. Selama ini mereka membuka jasa sewa mobil.

Suami dan anaknya pun berangkat mengantarkan rombongan tamu pernikahan tersebut. Nursela tidak ikut karena kondisi kesehatannya belum pulih.

"Saya tidak ikut, saya masih sakit habis diinfus, masih lemas," ujarnya kepada kumparan di rumah duka, Senin (13/7/2026).

Anak sulung mereka, Taufik Hidayat (11), berada di bak belakang mobil pikap yang telah dimodifikasi bertingkat. Sementara itu, anak bungsu mereka, Albara, yang berusia 3 tahun juga ikut. Ia duduk di kursi depan di dekat ayahnya yang menjadi sopir.

"Saudara saya tuh sudah melarang Albara, tapi Albara maksa tetap pengin ikut," kenang Nursela dengan suara bergetar.

Ia sempat meminta anaknya, Albara, agar tidak ikut karena khawatir mengganggu konsentrasi Warkidi saat mengemudi. Namun, karena Albara terus menangis, sang saudara akhirnya mengizinkannya berpindah ke dalam mobil Grand Max dan duduk di samping ayahnya.

Nursela dan Taufik Hidayat warga yang selamat dari peristiwa maut di Pantura Indramayu, Senin (13/7/2026). Foto: kumparan

Tak ada yang menyangka, momen itu menjadi kebersamaan terakhir Albara dengan sang ayah sebelum kecelakaan merenggut nyawa keduanya.

Sanerah, penyewa mobil tersebut, juga dilaporkan menjadi salah satu korban meninggal dunia dalam kecelakaan itu.

Anak Sulung Selamat dari Maut

Di tengah duka yang mendalam, anak sulung mereka, Taufik Hidayat (11), selamat dari kecelakaan tersebut.

Taufik sempat dibawa warga ke klinik terdekat untuk mendapatkan penanganan medis. Setelah diperiksa, ia diperbolehkan pulang karena hanya mengalami luka lecet pada kedua kakinya.

Nursela sendiri sempat pingsan saat mendengar kabar kecelakaan itu.

Saat sadar, Taufik sudah berada di sampingnya. Namun, tak lama kemudian ia menerima kabar bahwa suami dan anak bungsunya telah meninggal dunia.

Tangis Nursela pun pecah di rumah duka saat mengetahui dua orang yang paling dicintainya telah berpulang dalam kecelakaan tersebut.